Belajar dari Kasus Ustaz Gondrong: Uang Itu Dicetak, bukan Digandakan!

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 31 Mar 2021 13:11 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto

Pengakuan Ustaz Gondrong

Dalam wawancara ekslusif dengan detikcom, Ustaz Gondrong mengaku jika dirinya tidak punya kesaktian. Ia juga mengaku tidak punya keahlian khusus dalam mengobati pasien.

"Nggak punya (kesaktian) apa-apa, solat aja nggak bisa, bacaan salat, selawat aja nggak bisa," ujarnya.

Pria yang bernama asli Herman ini mengungkap bahwa dirinya cuma melakukan trik sulap. Herman tidak benar-benar bisa menggandakan uang seperti yang tampak dalam video viral.

"Itu cuma trik sulap, nggak sungguhan," ucap Herman.

Herman membeli perlengkapan untuk sulap itu dari Tambun, Kabupaten Bekasi. Dia belajar secara singkat trik sulap penggandaan uang dengan peralatan yang dia dapatkan.

Ustaz Gondrong mengaku melakukan trik sulap itu baru-baru ini sebelum videonya viral. Tujuannya semata-mata untuk menarik pasien agar percaya seakan-akan dirinya punya kesaktian dan kehebatan. Ia sendiri sudah puluhan tahun membuka praktik pengobatan. Belakangan, muncul ide melakukan trik penggandaan uang untuk menambah pasien yang datang kepadanya.

"(Ide muncul) dari hati saya saja. Buat 'wah ini nanti hebat', tapi keburu ketahuan (polisi)," ungkap Herman.


(acd/zlf)