Kok Bisa Kinokuniya Plaza Senayan Tutup? Ini Dugaannya

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 31 Mar 2021 15:42 WIB
Kinokuniya
Foto: Kinokuniya (Hendra Kusuma/detikcom)
Jakarta -

Kinokuniya resmi menutup toko buku yang berada di Plaza Senayan pada 1 April 2021 atau besok. Dengan begitu, para pelanggannya hanya bisa membeli buku-buku dari toko yang berada di Grand Indonesia, Jakarta Pusat dan juga dengan cara online.

Tutupnya toko buku Kinokuniya ini diduga karena manajemen tidak memiliki cash flow yang kuat terutama dalam menghadapi pandemi COVID-19. Selama pandemi, terdapat kebijakan yang membatasi mobilitas masyarakat dan hal itu berdampak besar.

"Bayangkan kalau ini sudah setahun, bayangkan tidak ada cashflow mana kuat, karena overhead-nya tinggi toko buku itu," kata pakar marketing Yuswohady saat dihubungi detikcom, Jakarta, Rabu (31/3/2021).

Overhead yang dimaksud, kata Yuswohady adalah biaya operasional toko mulai dari listrik hingga gaji pegawai yang setiap bulannya harus dikeluarkan manajemen. Sementara pemasukan dari penjualan toko selama pandemi dipastikan menurun.

"Ini masalah bisnis saja, kalau kita beroperasi terus, buka terus tapi tidak ada konsumen datang, tidak ada cashflow otomatis tidak kuat lagi," katanya.

Salah satu pegawai Kinokuniya yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, buku-buku koleksi toko akan tetap dijual secara online terutama di toko online yang sudah bekerja sama selama ini.

Namun begitu, Yuswohady menilai penjualan buku via online masih belum bisa menutupi operasional toko fisik selama pandemi COVID-19. Oleh karena itu, dampaknya adalah menutup toko.

"Overhead itu biaya listrik, macam-macam termasuk gaji karyawan, itu real pengeluaran ada setiap bulan tetapi omzetnya tidak bisa menutup itu, kalau tidak bisa ya rugi, akhirnya tidak kuat lagi dan itulah yang dialami oleh Kinokuniya," ungkapnya.



Simak Video "Permintaan Kadin ke Pemerintah Jika PPKM Diperpanjang Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)