Industri Sepatu Indonesia Sambut Order Nike & Reebok
Kamis, 02 Mar 2006 18:12 WIB
Jakarta - Dua perusahaan sepatu dunia Nike dan Reebok, telah menyatakan kepastiannya untuk mengalihkan pesanan sepatunya dari Vietnam dan Cina ke Indonesia tahun ini."Sudah ada dua transaksi dari Nike dan Reebok, yang lainnya akan menyusul," kata Dirjen Industri Logam Mesin, Tekstil dan Aneka, Departemen Perindustrian (Depperin), Ansari Bukhari di Gedung Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (2/3/2006).Menurut Anshari, adanya pengalihan order ini merupakan peluang bagi industri sepatu Indonesia. Namun, sayangnya saat ini banyak perusahaan sepatu dalam negeri yang tutup dan menurunkan produktivitasnya dari 6 line jadi 1 line.Maka itu, pemerintah sedang menginventarisasi, perusahaan mana saja yang telah penuh ordernya. Sedangkan perusahaan yang belum penuh ordernya akan ditawarkan untuk bersiap-siap menerima order dari luar negeri, karena adanya pengalihan order dari Cina dan Vietnam.Pemerintah, lanjut Anshari, akan mendorong industri dalam negeri manfaatkan peluang ini karean pengalihan produk ini bukan saja ke Indonesia tapi juga ke Thailand dan Malaysia."Kalau sepatu branded pusatnya di Jawa Barat dan Banten, tapi kalau sepatu kasual di Jawa Timur," katanya. Bisnis sepatu, ungkap Anshari, memang bersifat outsourcing, perusahaan yang punya merek dan teknologi tinggal mencari perusahaan yang mau diorder."Umumnya mereka tidak melakukan investasi, kalau kita bisa merebutnya target pertumbuhan industri alas kaki tahun ini akan meningkat," jelas Anshari.Nike dan Reebok mengalihkan order produknya dari Cina dan Vietnam, setelah Uni Eropa mengenakan sanksi bea masuk anti dumping (BMAD) terhadap produk sepatu dari dua negara itu.BAMD ini berlaku selama lima tahun, namun biasanya akan dievaluasi lagi setelah lima tahun apakah akan diperpanjang atau tidak.Data Departemen Perindustrian, saat ini ada 350 perusahaan alas kaki dengan investasi Rp 2,152 triliun. Produksi per tahun mencapai 820,897 juta pasang dengan kapasitas produksi 1,123 juta pasang sepatu jenis sepatu olahraga, sepatu harian, sepatu lapangan dan sandal.Sementara nilai ekspor tahun 2005 mencapai US$ 1,498 miliar dengan tujuan AS sebesar 35,5 persen, Inggris 8,95 persen, Belgia 6,89 persen, Jerman 5,89 persen dan Jepang 5,65 persen.Pangsa pasar sepatu dunia saat ini dikuasai oleh Cina 29,21 persen, Italia 18,88 persen, Spanyol 5,18 persen, Belgia 4,2 persen dan Indonesia 2,66 persen.
(ir/)











































