BP Migas: Soal Cepu, Harus Ada Yang Mengalah

BP Migas: Soal Cepu, Harus Ada Yang Mengalah

- detikFinance
Kamis, 02 Mar 2006 22:33 WIB
Jakarta - Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) menyarankan agar Pertamina dan ExxonMobil Oil Indonesia (EMOI) harus saling mengalah untuk menyelesaikan persoalan operatorship di Blok Cepu. Pengelolaan Blok Cepu dapat dilakukan bersama-sama jika dasar perjanjiannya adalah joint operation agreement (JOA)."Itu masalah B to B (business to business). Masing-masing ada take and give-nya. Saling mengalah sedikit, kalau nggak ya nggak ada jalan keluarnya," kata Kepala BP Migas Kardaya Warnika usai bertemu dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (1/3/2006).Kardaya membantah pertemuannya dengan Purnomo secara khusus untuk membicarakan masalah Blok Cepu. "Saya datang tidak kaitan dengan itu, saya khusus bicarakan soal gas. Jika ada masalah lain ya itu diskusi sampingan saja," katanya.Padahal sebelumnya Purnomo menyatakan, akan membicarakan sikap Departemen ESDM soal Blok Cepu dengan jajarannya yakni Dirjen Migas Departemen ESDM Iin Arifin Takhyan dan Kepala BP Migas.Kardaya menambahkan, jika dasar perjanjian pengelolaan Blok Cepu itu adalah Joint Operation Agreement (JOA) maka harus dilakukan bersama-sama antara Pertamina dan EMOI. "Contohnya seperti itu seperti CPP Block di Riau atau Chevron Texaco yang membentuk Caltex Pacifik Indonesia," urainya.Kardaya mengungkapkan, jika memang dilakukan secara bersama-sama, nantinya akan disepakati dulu siapa yang akan memegang posisi kunci. "Posisi kunci itu bisa dipegang secara bergantian," katanya.Justru penentuan siapa posisi kunci inilah salah satu pihak harus ada yang mengalah. "Kalau sama-sama mau posisi B, ya nggak ada keluarnya," ujar Kardaya. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads