Pemerintah Upayakan Kelanjutan PLTP Bedugul
Jumat, 03 Mar 2006 14:10 WIB
Jakarta - Konsolidasi antardepartemen kembali diintensifikan untuk membahas kelanjutan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Bedugul Bali yang kini masih tertunda.Untuk mengurai masalah macetnya pembangunan PLTP Bedugul, Menteri Dalam Negeri M Ma'ruf dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro mulai membicarakan kelanjutan proyek ini."Kita membicarakan masalah proyek PLTP Bedugul Bali, bagaimanapun kontraknya sudah dilakukan 10 tahun yang lalu, dan tahun ini harus sudah mulai pekerjaannya di lapangan," kata Ma'ruf.Hal itu diungkapkan Ma'ruf usai melakukan pertemuan di Gedung Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (3/2/2006).Menurut Ma'ruf, pihaknya sudah melakukan sosialisasi manfaat PLTP tersebut kepada warga sekitar. Pemerintah juga berjanji akan tetap memikirkan masalah pelestarian alam dan lingkungan."Yang menyangkut pelestarian harus dijaga kuat melalui Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Ini harus sesuai dengan kondisi di lapangan," katanya.Terlebih lagi, lanjut Ma'ruf, kawasan Bali adalah kawasan sakral yang harus dijaga dan dihormati. "Makanya perlu pendekatan dengan tokoh agama dan masyarakat," ujarnya.Masyarakat Bali menolak pembangunan PLPT ini karena besarnya proyek dianggap bisa menurunkan debit air dan mengganggu kesucian sejumlah situs dan pura di wilayah itu.Kelompok lingkungan hidup seperti Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bali juga mengkhawatiran keberadaan hutan di Bedugul yang merupakan wilayah konservasi. Terutama menyangkut ketersediaan air bagi Bali, baik yang ada di danau maupun air bawah tanah.Akibat penolakan tersebut, proyek yang sudah digulirkan sejak 1995 ini terus tertunda. Pemerintahan Presiden Megawati kemudian mencanangkan kembali pembangunannya pada 10 Juli 2003.Pemerintah menilai saat ini pasokan listrik di Bali sudah di ambang batas karena baru sebesar 450 megawatt (MW). Padahal beban puncak di malam hari sudah mencapai 336-350 MW.PLTP ini terdiri dari empat unit pembangkit. Unit I berkapasitas 10 MW dan untuk unit II, III dan IV masing-masing sebesar 55 MW.
(ir/)











































