Jaga Stabilitas Harga Jual, PT Pertani Serap Gabah dari Petani Kendal

Yudistira Imandiar - detikFinance
Senin, 05 Apr 2021 21:25 WIB
pt pertani
Foto: Kementan
Jakarta -

PT Pertani menyerap gabah hasil panen para petani di Kendal, Jawa Tengah. Program serap gabah tersebut bertujuan memastikan kecukupan stok pangan sekaligus menjaga kestabilan harga beras.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi menjelaskan, program serap gabah dilakukan berdasarkan kerja sama Kementerian Pertanian dengan Kementerian BUMN. Hal ini bertujuan mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani di masa panen raya. Dengan adanya penyerapan hasil panen, harga di tingkat petani bisa terjaga.

"Upaya serap gabah adalah wujud implementasi MoU antara Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dengan Menteri BUMN Erick Thohir yang diatur teknisnya melalui perjanjian kerja sama antara BKP dan PT RNI sebagai BUMN klaster pangan, termasuk di dalamnya ada PT Pertani," jelas Agung dalam keterangan tertulis, Senin (5/4/2021).

Direktur Utama PT Pertani Maryono menambahkan sebagai BUMN klaster pangan, mengambil gabah petani dengan harga di atas HPP. Dengan begitu diharapkan dapat menunjang kesejahteraan petani.

"Hari ini kita off take dengan harga 4.300 (rupiah), di Banyuwangi dan Karawang juga segitu dengan harga yang sama," ulas Maryono.

Maryono menyebut pihaknya berupaya agar petani tidak mendapatkan harga jual di bawah HPP, meskipun harga beras di pasaran relatif murah.

"Saat ini penyerapan kami di Jateng sudah 3.000 ton, kita akan tingkatkan sesuai kebutuhan dan kami akan terus serap gabah petani," lanjut Maryono.

BKP menargetkan pelaksanaan gabah yang diserap oleh PT Pertani sampai dengan Mei 2021 mencapai 300 ribu ton untuk seluruh Indonesia. Diharapkan upaya tersebut akan menjaga stabilitas harga gabah.

"Kita harapkan bisa terwujud agar harga di petani terjaga, karena harga gabah yang jatuh, hari ini PT Pertani membeli dengan harga di atas HPP," ungkap Agung.

Agung mengatakan penyerapan gabah oleh PT Pertani bersifat komersil. Dengan begitu PT Pertani dapat membeli gabah dari petani di atas HPP.

"Penyerapan oleh Bulog itu sifatnya PSO, kualitas dan harga ditentukan pemerintah. Sedangkan PT Pertani ini kita dorong penyerapan secara komersil," cetus Agung.

(mul/hns)