Warga yang Rumahnya Rusak di NTT Dapat Bantuan Rp 50 Juta

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 06 Apr 2021 11:41 WIB
People walk amid debris at a village affected by flood in Ile Ape, on Lembata Island, East Nusa Tenggara province, Indonesia, Sunday, April 4, 2021 photo. Multiple disasters caused by torrential rains in eastern Indonesia have left dozens of people dead or missing while displacing thousands, the countrys disaster relief agency said Monday.
Foto: AP Photo
Jakarta -

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo mengatakan pemerintah akan memberikan dana bantuan bagi warga Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terdampak bencana banjir bandang.

Dana bantuan ini akan diberikan kepada warga yang rumahnya rusak. Adapun besaran dana bantuan ini disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah akibat bencana yang melanda.

"Pemerintah sebagaimana yang telah ditugaskan oleh Bapak Presiden, BNPB itu akan membangun rumah-rumah yang rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan," kata Doni dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (6/4/2021).

Doni mengatakan dana bantuan yang diberikan ini untuk membangun kembali rumah-rumah masyarakat yang rusak akibat bencana banjir bandang. Adapun besaran dana bantuan tersebut dari Rp 10 juta sampai Rp 50 juta.

"Anggaran yang disiapkan oleh pemerintah pusat, untuk rusak berat itu adalah Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta, dan rusak ringan adalah Rp 10 juta," ujarnya.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, Doni mengatakan jumlah rumah warga yang terdampak mendekati 500 unit. Seluruh rumah tersebut berlokasi di Alor, Lembata, dan Adonara.

"Pak Bupati mengatakan untuk rumah rusak berat di Lembata itu berjumlah 224 unit, rusak sedang 15 unit, dan rusak ringan adalah 75 unit," ungkapnya.

Simak video 'Jokowi Tugasi Menkes Penuhi Sarana Kesehatan di Lokasi Bencana NTT':

[Gambas:Video 20detik]



(hek/das)