Mudik Dilarang, Hotel-Wisata Daerah Ini Ketiban Untung

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 06 Apr 2021 18:00 WIB
Akibat larangan mudik membuat Terminal Tanjung Priok, Jakarta, sepi dari aktivitas. Begini penampakannya.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Nasib sial menimpa dunia usaha lantaran mudik dilarang pada Lebaran 2021. Sektor bisnis yang terdampak adalah yang biasa menggantungkan nasibnya dari pergerakan masyarakat, salah satunya tradisi pulang kampung.

Perhotelan dan pariwisata adalah beberapa contoh bisnis yang kena imbas kebijakan larangan mudik 2021. Tapi khusus di Jakarta, kedua sektor usaha tersebut justru cukup diuntungkan karena warga DKI gagal mudik.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menjelaskan, okupansi hotel di Jakarta akan meningkat karena warganya akan memilih staycation di saat mudik dilarang.

"Kita melihatnya tren staycation itu paling besar cuma potensinya ada di Jakarta, kalau daerah lain sih saya rasa nggak terlalu besar. Peningkatan itu mungkin bisa dikatakan sekitar 10-20% mungkin ada ya," kata dia saat dihubungi detikcom, Selasa (6/4/2021).

Namun, kata dia hal itu tergantung seberapa tegas pemerintah melarang masyarakat mudik. Bila banyak celah bagi orang-orang untuk pulang ke kampung halaman maka tren staycation di Jakarta tidak akan terlalu besar.

Faktor lainnya yang akan mempengaruhi tren staycation adalah cuti bersama yang telah dipangkas pemerintah, entah apakah hal itu akan menurunkan minat warga ibu kota untuk staycation di hotel.

Destinasi wisata di Jakarta juga diuntungkan karena mudik dilarang. Warga DKI yang kebanyakan pendatang dari daerah akan menghabiskan waktunya berwisata di dalam kota selagi tak bisa pulang kampung.

"Kalau menurut saya tetap ada potensi yang namanya local buying power. Jadi orang-orang Jakarta ini kan pendatang nih, kalau dia nggak boleh mudik mungkin dia di Jakarta dia ke Ancol, mungkin ke Taman Mini, masih ada gitu lho," kata Wakil Ketua Umum PHRI Bidang Destinasi Wisata Johnnie Sugiarto saat dihubungi detikcom.

Hal yang berbeda akan terjadi pada destinasi wisata di daerah. Pengusaha di daerah tak bisa berharap banyak pada wisawatan lokal. Sebab, pergerakan pelancong di daerah mungkin tak akan seberapa.

"Yang kasihan kan objek wisata di luar kota. Di luar kota ngadepin local buying power yang lokalnya, dia (pariwisata) ya nggak akan terangkat," kata dia.

Menurutnya, masyarakat di daerah akan lebih banyak bergerak ke destinasi wisata di kala kedatangan saudaranya yang pulang kampung.

(toy/zlf)