PGN Nilai Toll Fee BPH Migas Terlalu Murah

PGN Nilai Toll Fee BPH Migas Terlalu Murah

- detikFinance
Jumat, 03 Mar 2006 19:54 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk menilai tarif toll fee yang disetujui Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) pada tender pipa ruas Cirebon-Semarang-Gresik sangat murah. Hal ini menyebabkan gagalnya PGN dalam lelang untuk ruas tersebut. "Dalam pelelangan tersebut, PGN mengajukan penawaran berdasarkan asumsi bahwa kedua jalur tersebut merupakan bagian dari pipa transmisi gas bumi yang membentang dari Sumatera, dengan perhitungan biaya riil. Namun, hasil akhir pelelangan ternyata lebih didasarkan pada besaran toll fee yang diajukan," kata Direktur Utama PGN WMP Simandjuntak dalam siaran pers tertulisnya yang diterima detikcom, Jumat (3/3/2006). Simandjuntak mengatakan, toll fee yang disetujui BPH Migas adalah US$ 36 sen per mmbtu untuk jalur transmisi Cirebon-Semarang, yang lelangnya dimenangkan oleh PT Rekayasa Industri dan US$ 25 sen per mmbtu untuk jalur Semarang-Gresik yang dimenangkan oleh PT Pertamina. Sebagai perbanding toll fee jalur transmisi Grissik-Duri milik PGN yang dibangun pada 1998 sebesar US$ 62 sen per mmbtu.Namun begitu, Simandjuntak tetap menanggapi positif ketentuan itu, asalkan tarif benar-benar diterapkan sehingga dapat bermanfaat untuk mempercepat pertumbuhan distribusi gas bumi di dalam negeri, khususnya di pulau Jawa.Dia juga dapat menerima dan menghargai keputusan lelang BPH Migas yang dianggap telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Simandjuntak mengaku tidak mengkhawatirkan dampak negatif dari pengumuman pelelangan jalur transmisi ini karena PGN tetap mengutamakan kegiatan usaha distribusi dan niaga (wholeseller) gas dengan penguasaan pasar sebesar 90 persen. Apalagi jaringan transmisi pada dasarnya dibangun untuk memiliki akses ke sumber pasokan gas guna mendukung keandalan pasokan (sustainable supply)."Dengan demikian, sesuai asas Open Access, PGN akan dapat memanfaatkan jalur transmisi yang tersedia, siapapun yang membangunnya," kata Simandjuntak. PGN juga tidak mengkhawatirkan perkembangan kegiatan usaha ke depan mengingat pertumbuhan tahun 2005 saja sudah menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan yaitu, kenaikan laba bersih diperhitungkan mencapai diatas 70 persen antara lain karena kenaikan pendapatan sebesar 20 persen dibandingkan tahun 2004. Corporate Secretary PGN Widyatmiko Bapang menambahkan kemenangan perusahaan lain menunjukkan bahwa PGN tidak monopoli dalam bisnis pipanisasi gas. "Selama ini PGN dianggap monopoli, padahal bisnis ini terbuka dengan persaingan yang fair," katanya. Dia memastikan, gagalnya PGN dalam tender dua ruas ini tidak menyurutkan semangat PGN untuk ikut dalam tender hak khusus jalur Kaltim-Jateng. "Tentunya kami harus melakukan berbagai penyesuaian dengan pemilik hak khusus pipa di Jawa," kata Widyatmiko. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads