Gugat 5 Anak Soeharto dan Minta Museum TMII Disita, Ini Profil Mitora

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 07 Apr 2021 12:51 WIB
Pemprov DKI Jakarta menutup Anjungan DKI di TMII seiring penerapan PSBB Total. Suasana di TMII sendiri terpantau sepi.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Lima anak Presiden Soeharto digugat oleh Mitora Pte Ltd di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel). Mitora menuntut ganti rugi sebesar Rp 584 miliar, dan juga penyitaan Museum Purna Bhakti Pertiwi yang berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Mitora adalah perusahaan asal Singapura. Dikutip dari berbagai sumber, Rabu (7/4/2021), Mitora didirikan sejak tahun 2002. Perusahaan tersebut tidak terdaftar di bursa Singapura.

Kegiatan utama perusahaan adalah jasa konsultasi manajemen (umum). Selain itu, tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai perusahaan tersebut.

Mitora juga diketahui terlibat dalam proyek pengembangan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Dikutip dari situs resmi PSUD, proyek tersebut merupakan pengembangan area TMII yang menyatukan seni dan teknologi. Desain proyek itu diterbitkan pada tahun 2014, yang mencatat Mitora sebagai klien.

Gugatan Mitora yang dilayangkan kepada 5 anak Presiden Soeharto terdaftar dengan nomor 244/Pdt.G/2021/PN JKT.SEL. Pihak-pihak yang tergugat antara lain:

1.Yayasan Purna Bhakti Pertiwi
2.Ny Siti Hardianti Hastuti Rukmana
3.Tn H. Bambang Trihatmojo
4.Ny Siti Hediati Hariyadi
5.Tn H Sigit Harjojudanto
6.Ibu Siti Hutami Endang Adiningsih

Ada juga 4 tergugat lainnya yang disasar Mitora antara lain:

1.Soehardjo Soebardi
2.Pengurus Museum Purna Bhakti Pertiwi
3.Kantor Pertanahan Jakarta Pusat
4.Kantor Pertanahan Jakarta Timur

Apa saja tuntutan yang diminta Mitora? klik halaman berikutnya.

Lihat juga Video: Gugatan Rp 56 M Tommy Soeharto ke Pemerintah Berlanjut Tahap Mediasi

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2