Pelayanan Klaim Dicap Lelet, Ini Siasat Dirut BPJS Ketenagakerjaan

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 07 Apr 2021 15:43 WIB
Komisi IX DPR gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirut BPJS Ketenagakerjaan. BPJS Ketenagakerjaan mencatat hasil investasi dana kelolaan mereka tembus Rp 33,41 T.
Foto: Rengga Sencaya
Jakarta -

Kecepatan dan kapasitas layanan klaim di BPJS Ketenagakerjaan masih menjadi PR yang perlu ditingkatkan lagi. Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo pun mengakui hal itu.

"Soal kecepatan dan kapasitas layanan saat ini proses klaim antara 5-10 hari dan ini dirasa lama bagi peserta," ujar Anggoro dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Rabu (7/4/2021).

Bila masalah ini tak segera ditangani ke depan BPJS Ketenagakerjaan akan semakin kewalahan mengurus klaim pesertanya. Anggoro memprediksi tahun depan akan terjadi peningkatan klaim yang signifikan terutama setelah adanya program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

"Kami memiliki proyeksi dengan perluasan manfaat program dengan penambahan program JKP dan potensi klaim JHT masih tinggi, kami memproyeksi tahun depan potensi klaim itu bisa meningkat bisa meningkat sampai 4 kali lipat artinya bisa sampai 10 juta," ungkapnya.

Untuk itu, Anggoro telah menyiapkan beberapa strategi untuk mengatasi tantangan tersebut. Di antaranya dengan mengoptimalkan digitalisasi layanan.

"Tentu ini menjadi tantangan buat kami untuk bisa melayani 4 kali lipat tanpa harus menambah outlet yang ada karena kita bicara digitalisasi tentu ini tantangan penting buat kita," katanya.

Rencananya aplikasi Jamsostek Mobile akan disempurnakan sampai peserta tak perlu lagi repot-repot mengurus klaim ke kantor cabang.

"Jadi inovasi layanan yang akan kami lakukan adalah kami mengembangkan, menyempurnakan Jamsostek Mobile yang ada saat ini, namun layanannya lebih terintegrasi, di Jamsostek Mobile nanti akan kami kembangkan, pendaftaran bisa di situ, KYC, klaim dan pembayaran manfaat juga bisa, layanan informasi dan juga pasar kerja Kemenaker juga bisa ditaruh di sana," paparnya.

"Agar nantinya para pekerja atau peserta pada saat mau klaim tidak harus ke kantor cabang, tidak harus ngantri, bisa lebih mudah dan lebih cepat," tambahnya.

(das/das)