Mudik Lebaran Dilarang, Bos Garuda Bilang Begini

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 09 Apr 2021 21:48 WIB
Dirut Garuda Irfan Setiaputra
Foto: Wirsad Hafiz / 20detik: Dirut Garuda Irfan Setiaputra
Jakarta -

Pemerintah memastikan mudik Lebaran 2021 dilarang mulai 6-17 Mei. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga akan menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan yang mengatur ketentuan operasional selama mudik Lebaran.

Peraturan Menteri Perhubungan yang akan dirilis itu melarang seluruh moda transportasi bepergian selama 6-17 Mei 2021. Adapun, larangan tersebut berlaku untuk semua moda angkutan penerbangan baik darat, udara, maupun laut.

Merespons kebijakan tersebut Garuda Indonesia tetap menyediakan pesawat pada periode pelarangan mudik 2021 diterapkan. Pesawat yang disediakan khusus bagi kelompok masyarakat yang di luar dari kategori pelarangan.

"Garuda Indonesia sebagai national flag carrier berkomitmen untuk turut berperan aktif dalam upaya penanganan pandemi COVID-19 yaitu dengan memastikan ketersediaan konektivitas udara bagi masyarakat yang harus melakukan perjalanan dalam periode tersebut, atau masyarakat yang termasuk dalam kategori dikecualikan dari ketentuan larangan mudik; yang tentunya dengan tetap mengacu pada syarat perjalanan dan regulasi yang berlaku," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam keterangan tertulis, Jumat (9/4/2021).

Irfan mengatakan Garuda Indonesia saat ini tengah mempersiapkan langkah antisipatif terkait kebijakan operasional layanan penerbangan untuk mendukung pelaksanaan kebijakan pengendalian transportasi mudik Lebaran 2021.

Kebijakan yang disiapkan antara lain penyesuaian frekuensi dan jadwal penerbangan sesuai kebutuhan, penyesuaian kebijakan operasional pada lini layanan pre-flight, in-flight dan post-flight sebelum, selama, dan setelah periode larangan mudik, optimalisasi layanan penerbangan kargo untuk mendukung distribusi logistik, dan berbagai kebijakan antisipatif pada ranah operasional lainnya.

"Untuk memastikan berbagai langkah penyesuaian tersebut berjalan optimal, Garuda Indonesia terus melakukan koordinasi intensif dengan stakeholders layanan kebandarudaraan lainnya. Kami akan terus memonitor trafik penumpang jelang pemberlakuan kebijakan pengendalian transportasi ini, guna memastikan operasional layanan penerbangan dapat tetap berlangsung lancar," katanya.

"Untuk mendukung upaya pengendalian transportasi yang dicanangkan pemerintah, kami juga turut mengimbau masyarakat yang telah merencanakan perjalanan bertepatan dengan periode larangan mudik Lebaran tersebut, untuk dapat segera melakukan penyesuaian rencana penerbangan. Garuda Indonesia menyediakan fleksibilitas berupa pembebasan biaya tambahan bagi masyarakat yang melakukan perubahan rencana penerbangan, dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku," tambahnya.

(hek/hns)