Mentan: Pembangunan Pertanian Harus Berbasis Riset & Teknologi

Inkana Putri - detikFinance
Jumat, 09 Apr 2021 23:16 WIB
Kementan
Foto: Dok. Kementan
Jakarta -

Kementerian Pertanian melalui Balai Penelitian Buah (Balitbu) Tropika menggelar Expose Inovasi Buah Tropika. Acara yang diresmikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo ini merupakan salah satu agenda percepatan hilirisasi inovasi teknologi komoditas tanaman buah ke para stakeholder pertanian.

Menurut Syahrul, sektor pertanian akan semakin kuat jika didukung oleh riset dan inovasi yang berkelanjutan.

"Pesan Bapak Presiden jelas, pembangunan pertanian ke depan harus berbasis riset dan teknologi. Dan hari ini saya apresiasi kerja-kerja para peneliti kita yang sudah menemukan, mencipta varietas-varietas unggul," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (9/4/2021).

Pada kesempatan tersebut, Syahrul juga membagikan 10.000 benih pisang kultur jaringan yang terdiri dari 4 varietas yaitu kepok tanjung, ameh pasaman, raja kinalun dan barangan.

Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi stimulan untuk menjadikan Solok sebagai daerah penyumbang sumber pangan.

"Saya ingin lihat ke depan, ada kawasan khusus pengembangan pisang, satu kawasan khusus mangga dan lainnya. Oleh karena itu, Solok harus bekerja sama dengan pihak lain. Bangun korporasi. Dan Kementan selalu siap back up," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Litbang Pertanian, Fadjri Jufri menjelaskan bahwa salah satu tugas Balitbu Tropika adalah mengembangkan komoditas prioritas dan komoditas unggulan. Hal ini bertujuan untuk membantu menyejahterakan masyarakat petani.

Fadjri juga menyampaikan Balitbu Tropika merupakan salah satu UPT Litbang Pertanian yang memiliki koleksi keragaman tanaman buah. Adapun tanaman tersebut tersebar pada 6 kebun percobaan.

"Sejak tahun 2017, Balitbu Tropika telah menyebarluaskan benih, baik benih sumber maupun benih sebar tanaman buah lebih kurang 1 juta ke seluruh Indonesia secara gratis," katanya.

Saat ini, ia menyebut pisang kepok tanjung merupakan salah satu inovasi Balitbangtan. Pasalnya, jenis pisang ini memiliki keunggulan produksi tinggi, dan dapat mengatasi penyakit layu bakteri.

"Pisang ini juga berpotensi besar untuk diekspor produk olahannya ke mancanegara terutama Jepang," pungkasnya.



Simak Video "Mentan soal Stok Pangan: Kita Masuki Momen-momen Panen Raya"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)