Menanti Nasib PNS Kemenristek yang Dilebur ke Kemendikbud

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 10 Apr 2021 22:30 WIB
Gedung Kemenristek Dikti
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Peleburan Kemenristek ke dalam Kemendikbud mengejutkan para pegawai negeri sipil (PNS) di dalam instansi tersebut. Belum ada informasi resmi kepada para PNS sebelum instansi itu dilebur.

"Kami tahu rencana peleburannya dari ulasan salah satu media nasional beberapa hari sebelum rapat paripurna DPR, namun kami baru yakin setelah melihat sidang paripurna secara streaming," kata seorang sumber yang merupakan pegawai di Kemenristek kepada detikcom, Sabtu (10/4/2021).

Sumber mengatakan, para PNS Kemenristek belum tahu apakah nasib mereka akan digabung ke Kemendikbud, ataukah bekerja di bawah naungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Perlu diketahui, sebelum dilebur, Kemenristek merupakan instansi yang tergabung dengan BRIN.

"Terkait dengan keputusan penempatan PNS, sampai dengan saat ini belum ada keputusan. Sepertinya masih menunggu kepastian organisasi baik di Kemendikbudristek maupun di BRIN, khususnya terkait dengan kewenangan dari masing-masing lembaga tersebut, karena itu pastinya sangat berkaitan dengan jabatan fungsional masing-masing PNS," terang sumber tersebut.

Pada kesempatan berbeda, PNS Kemenristek lainnya yang enggan disebutkan namanya mengatakan bisa jadi Kemenristek di bawah Kemendikbud hanya menjadi sekelas Direktorat Jenderal (Ditjen). Hal itu menurutnya agak mengecewakan.

"Lebih ke sedih mungkin ya kalau ristek nantinya hanya selevel eselon 1. Karena kan sebelumnya kementerian, tapi kalau dialihkan gabung dengan Dikbud kemungkinan fungsi dan kewenangannya nanti selevel Direktorat Jenderal (eselon I). Tapi ini juga belum pasti sih karena masih menunggu Perpres nomenklatur," jelasnya.

Sedangkan untuk masalah penempatan, ia mengaku pasrah untuk bekerja di bawah naungan manapun. "Kalau soal mutasi-mutasi nya sih sudah pasrah aja," jelasnya.

Lanjut halaman berikutnya.

Sebelumnya, Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, nantinya BRIN akan menjadi badan yang berdiri sendiri.

"Artinya kan Kemenristeknya digabung ke Dikbud, kemudian BRIN menjadi badan tersendiri," kata Bambang kepada awak media setelah meresmikan Science Techno Park Universitas Hasanuddin, Jumat (9/4/2021).

Bambang menuturkan, dengan peleburan ini maka BRIN akan berdiri seperti Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) atau seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Kemenristek ya nggak ada, bergabung ke Dikbud. (BRIN) akan menjadi lembaga seperti BKPM, BNPB," ungkap Bambang.

Bambang sendiri menyatakan dirinya tak tahu-menahu apakah ia akan tetap menjabat sebagai kepala BRIN atau tidak. "Kan itu Presiden yang menentukan," tutur Bambang.

Sementara itu, seorang sumber terpercaya yang dihubungi detikcom secara terpisah mengatakan, Bambang sendiri telah mengundurkan diri dari posisinya itu. "Kayaknya beliau (Bambang) mengundurkan diri. (Sedangkan) Kementerian ristek jadi BRIN saja," kata sumber tersebut.

Saat kembali dikonfirmasi, apakah Bambang juga akan mundur dari Kepala BRIN, sumber tersebut juga kembali mengiyakan. "(Iya) Sepertinya," pungkas dia.

(vdl/fdl)