United Airlines Gandeng Nike-Siemens Danai Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 14 Apr 2021 11:18 WIB
United Airlines employees help a passenger at LaGuardia Airport, Saturday, March 21, 2020, in New York, N.Y. The Federal Aviation Administration briefly suspended flights to New York City-area airports on Saturday after a trainee at a regional air-traffic control hub on Long Island tested positive for coronavirus. In an alert posted online, the FAA advised air traffic controllers to
Foto: AP/Mary Altaffer
Jakarta -

Maskapai asal Amerika Serikat (AS) United Airlines telah bermitra dengan perusahaan global termasuk Nike dan Siemens untuk membiayai penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan rendah karbon. Tahun ini maskapai akan menggunakan bahan bakar dari sampah itu sekitar 3,4 juta galon.

Kesepakatan itu masuk dalam program maskapai bernama Eco-Skies Alliance yang memungkinkan pelanggan korporat berkesempatan membayar biaya tambahan untuk bahan bakar penerbangan berkelanjutan untuk United.

Namun, United yang berbasis di Chicago tidak mengungkapkan rencana biaya yang dibutuhkan atau seberapa besar kontribusi 11 mitranya. Beberapa mitra yang telah sepakat termasuk Nike, Palantir, Siemens, dan Takeda Pharmaceutical Co.

Dikutip dari Reuters, Rabu (14/4/2021) Meskipun kecil dibandingkan dengan 4,3 miliar galon bahan bakar jet yang dikonsumsi United pada 2019 sebelum pandemi COVID-19. Jumlah tahun ini tiga kali lipat dari 1 juta galon bahan bakar yang telah digunakannya setiap tahun sejak 2016.

Kepala Eksekutif United Airlines Scott Kirby mengatakan kesepakatan itu untuk menciptakan lebih banyak pasar untuk bahan bakar penerbangan yang berkelanjutan. Kirby juga mengungkap United dan operator lainnya berencana memangkas emisi bersih lebih agresif hingga 100% pada tahun 2050.

"Meskipun kami tahu bahwa pesawat tidak akan pernah benar-benar dekarbonisasi, kami tidak akan menggunakan offset sebagai cara untuk mencapai 100% hijau," kata Kirby.

United Airlines telah menggunakan bahan bakar berkelanjutan sejak 2008 sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi emisi langsung. Tetapi sejauh ini hanya mewakili hampir 1% dari bahan bakar yang digunakan di seluruh dunia.

Asosiasi Kedirgantaraan Prancis mengungkap transportasi udara menyumbang 2% -3% dari emisi gas rumah kaca. Kelompok lingkungan berpendapat bahwa kontribusi keseluruhan sektor ini lebih tinggi.

Simak juga 'Gojek dan Tokopedia Masih Malu-malu Kucing soal Merger':

[Gambas:Video 20detik]



(zlf/zlf)