Jakarta Kota Termahal Dunia, Jurang Si Kaya dan Si Miskin Makin Lebar

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 14 Apr 2021 12:18 WIB
Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2019 mencapai 25,14 juta jiwa atau 9,41 persen. Pemerintah pun terus menekan angka kemiskinan.
Foto: Pradita Utama

Untuk diketahui, gini ratio adalah indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat ketimpangan pendapatan antar masyarakat di suatu negara atau suatu daerah. Jika angkanya semakin tinggi atau mendekati 1, itu berarti ketimpangan semakin tinggi.

"Kesenjangan di Jakarta jauh lebih tinggi, kesenjangan ekonomi itu jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional dan ini cukup mengkhawatirkan. Artinya orang yang berpendapatan rendah dengan yang kaya kesenjangannya makin buruk," tuturnya.

Mengutip CNBC, daftar kota termahal itu memang didasarkan pada harga sejumlah barang mewah yang dibeli oleh orang-orang kaya di 25 kota dunia. Khusus tahun ini, daftar tersebut terjadi perubahan besar. Empat dari 18 item diganti karena pandemi COVID-19 mengubah kebiasaan belanja konsumen.

Empat item yang ditendang dari daftar item harga termahal di antaranya personal trainers, wedding banquets, Botox, dan piano. Kini digantikan dengan sepeda, treadmill, asuransi kesehatan, dan paket teknologi, termasuk laptop dan telepon.

"Selama setahun dilanda lockdown global, teknologi pribadi dan treadmill melonjak popularitasnya, sementara harga sepatu wanita anjlok. Ke depan, kami pikir semua item ini akan terus menjadi barang termahal" kata laporan itu.

Secara keseluruhan, barang mewah yang mengalami penurunan harga terbesar dalam dolar AS adalah sepatu wanita turun 11,7%, suite hotel 9,3%, dan anggur 5,3%. Sedangkan penerbangan kelas bisnis 11,4%, wiski 9,9%, dan jam tangan 6,6% mengalami peningkatan terbesar.

Simak juga 'Sambut Ramadhan, Resto hingga Rumah Makan Buka Sampai 22.30 WIB':

[Gambas:Video 20detik]



Halaman

(aid/ara)