Hangat Isu Reshuffle, Bos Buruh Ngaku Pernah Diajak Masuk Kabinet Jokowi

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 14 Apr 2021 16:42 WIB
Andi Gani Nena Wea (Andhika/detikcom)
Foto: Presiden Jokowi bertemu dengan Presiden KSPSI Andi Gani (batik biru) dan Presiden KSPI Said Iqbal. (Andhika-detikcom)
Jakarta -

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyambangi Istana Presiden di Jakarta, Rabu (14/4/2021). Kehadiran Andi di istana bersamaan dengan menghangatnya isu reshuffle alias perombakan kabinet.

Apalagi sebelumnya, pada Oktober 2020, sempat beredar kabar ketua umum asosiasi buruh ditawari jadi Wakil Menteri Ketenagakerjaan. Apa tanggapan Andi terhadap isu tersebut?

Andi mengaku pernah diminta masuk ke dalam Kabinet Indonesia Maju. Namun, ia menolaknya karena merasa lebih nyaman berada di luar kabinet.

"Yang pertama saya tegaskan, pada waktu penyusunan kabinet awal saya memang diminta masuk kabinet. Jadi saya menyatakan akhirnya hari ini, iya. Tetapi saya menyampaikan pada Presiden bahwa saya lebih baik berada di posisi saya sekarang sebagai Komisaris BUMN PT PP dan sebagai presiden buruh. Saya merasa lebih nyaman di luar kabinet," kata Andi di Komplek Istana Presiden, Jakarta, Rabu (14/4/2021).

Terkait isu reshuffle yang menguat baru-baru ini, ia mengatakan jawabannya akan tetap sama apabila ditawarkan lagi untuk masuk ke dalam kabinet.

"Tentu saya akan menjawab yang sama, saya tidak berubah, konsisten. Saya sudah menetapkan hati untuk berada di luar kabinet," tegas Andi.

Ia menuturkan, dirinya lebih nyaman di luar kabinet karena bisa memberikan masukan positif apapun kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Karena merasa lebih nyaman dan bisa menyampaikan apapun kepada Presiden. Jadi kalau banyak pihak merasa lebih nyaman di kabinet, saya merasa lebih nyaman di luar kabinet, yang penting bisa tetap menjadi teman Presiden, memberikan masukan-masukan yang positif kepada Presiden," tandasnya.

(vdl/hns)