Diskon Pajak buat UMKM Masih Ada Sampai Juni, Ini Rinciannya

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 15 Apr 2021 11:37 WIB
Sejumlah warga tergabung dalam Komunitas Perempuan Nelayan Puspita Bahari di Bonang, Demak, Jawa Tengah. Mereka mengolah ikan kering untuk menjadi oleh-oleh.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan masih memberikan kesempatan untuk para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memanfaatkan insentif pajak hingga Juni 2021.

Melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 9/PMK.03/2021 atau perubahan dari PMK Nomor 86/PMK.03/2020 jo PMK-110/PMK.03/20210, insentif perpajakan untuk UMKM diperpanjang hingga 30 Juni 2021 demi menekan dampak pandemi COVID-19.

"Pemerintah terbitkan kebijakan insentif perpajakan UMKM dan industri dengan tujuan memberikan stimulus bagi pelaku usaha agar dapat tetap bertahan dengan harapan dapat berkembang di situasi sulit ini," kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Neilmaldrin Noor dalam webinar 'Aspek Perpajakan dan Akuntansi Serta Pemanfaatan Teknologi Digital Bagi UMKM', Kamis (15/4/2021).

Berikut insentif perpajakan yang ditujukan untuk pelaku usaha seperti UMKM:

1. Insentif PPh Final Pasal 23

Pelaku UMKM mendapat insentif pajak penghasilan (PPh) Final alias ditanggung pemerintah (DTP) yang tarifnya 0,5% sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2018 (PPh Final PP 23) jadi 0%.

Dengan insentif tersebut, pelaku UMKM tak perlu menyetorkan pajak sampai 30 Juni 2021. Kriteria yang mendapat insentif tersebut adalah wajib pajak (WP) yang memiliki peredaran bruto tertentu sesuai ketentuan dalam PP nomor 23 tahun 2018, yakni WP orang pribadi dan/atau WP badan berbentuk koperasi, persekutuan komanditer (CV), firma, atau perseroan terbatas (PT) yang memperoleh penghasilan dengan peredaran bruto tidak lebih dari Rp 4,8 miliar dalam 1 tahun.

Selanjutnya
Halaman
1 2