Baja HRC Cina Gencet PT KS

Baja HRC Cina Gencet PT KS

- detikFinance
Senin, 06 Mar 2006 18:02 WIB
Jakarta - Rendahnya harga baja Hot Rolled Coil (HRC) atau baja canai panas Cina disebabkan karena oversupply hingga 10 juta ton. Hal itu menyebabkan baja buatan PT Krakatau Steel kalah bersaing. Sebagai perbandingan, harga baja Cina terus turun di level US$ 300 per ton, sementara baja buatan Krakatau Steel berkisar US$ 400 sampai US$ 450."Kapasitas produksi baja HRC Cina mencapai 350 juta ton per tahun sedangkan Indonesia kapasitas produksi baja hanya 3-4 juta ton, produk PT KS kalah bersaing karena Cina oversupply," kata Menperin Fahmi Idris saat Raker dengan Komisi VI di Gedung DPR Jl GatotSubroto, Jakarta, Senin (6/3/2006).Menurut Fahmi, selama 6 bulan terakhir produksi Cina mencapai 35 juta ton padahal kebutuhannya hanya 25 juta ton. Sehingga sisanya dilempar ke pasar dunia termasuk Indonesia."Persaingan yang ketat di Cina membuat harga jual turun drastis dari sebelumnya US$ 450 perton menjadi US$ 350 per ton lebih rendah dari biaya produksinya sendiri yang mencapai US$ 400 perton bahkan terindikasi terus turun hingga US$ 300 perton," urai Fahmi.Sementara harga HRC PT Krakatau Steel pada saat yang sama berkisar US$ 400-US$ 450 per ton, hampir mendekati harga pasar HRC Eropa yang berkisar US$ 450-500 per ton. Demikian juga harga pasar HRC Amerika yang berkisar US$ 550-600 per ton."Dapat dipastikan produk PT. KS akan kalah bersaing apabila dipaksakan menjual mengikuti harga baja HRC Cina yang tidak wajar, KS akan mengalami kerugian yang sangat besar," jelas Fahmi. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads