Sedih! Pedagang Pantura Gigit Jari Lagi Gegara Mudik Dilarang

Robby Bernardi - detikFinance
Jumat, 16 Apr 2021 03:00 WIB
Curhat pedagang di Pantura soal mudik dilarang
Foto: Robby Bernardi/detikcom: Curhat pedagang di Pantura soal mudik dilarang
Pemalang -

Pemerintah kembali melarang mudik Lebaran tahun ini. Kebijakan ini sebelumnya pernah dijalankan pada Lebaran 2020 lalu

Pedagang warung kecil di sepanjang Jalur Pantura pun, harus dua kali gigit jari. Padahal, besar harapan bagi mereka maraup rezeki di saat arus mudik dan arus balik. Saat ini, jangankan pemudik menggunakan motor, pemudik yang menggunakan mobil pun, tidak bisa diharapkan karena larangan mudik.

Kalaupun ada dengan kendaraan roda empat, sudah tidak bisa diharapkan sejak di fungsikannya tol fungsional 2019 lalu hingga resmi dibukanya jalur tol.

"Mulai terpuruk sejak mobil pemudik masuk tol. Pendapatan turun drastis. Dulu, masih jaya. Saat arus mudik, keuntungan per hari bisa mencapai empat ratus ribu, bahkan bisa lebih," kata Tasrip (64) pemilik warung kecil di Petarukan, Pemalang kepada detikcom.

Warung yang berada di tepi jalur Pantura dengan menu sederhana ini, diakuinya kebanjiran pemudik. Terutama pemudik yang menggunakan motor. Ada juga mobil pribadi.

"Sampai penuh warung kecil saya. Malah kita tambah gelar tikar di pinggir sana," kenangnya.

Namun, sejak difungsikannya tol, pendapatan mulai berkurang. Hanya mengandalkan mereka yang mudik menggunakan motor.

"Ya turun sedikit, tapi tidak seperti kemarin. Pemudik sepi banget, karena larangan mudik juga. Sehari Rp 50.000 saja sudah senang. Kita sudah numpang makan," katanya.

"Sebagai warga kecil, ya beginilah, yang penting masih bertahan berjualan, walaupun sekarang tidak seramai dulu," ungkapnya.

Curhat pedagang di Pantura soal mudik dilarangCurhat pedagang di Pantura soal mudik dilarang Foto: Robby Bernardi/detikcom: Curhat pedagang di Pantura soal mudik dilarang

Saat ini pelanggannya hanya warga lokal, termasuk pengemudi truk lokal yang mampir ke warungnya.

"Pelanggan warung, ya paling supir truk lokal, yang mau ke Pekalongan. Tidak seberapa tapi kita bisa bertahan disini. Hanya pas untuk bertahan saja," jelasnya.

Tasrip berharap agar pendemi Corona berakhir, sehingga geliat warung-warung kecil di sepanjang Pantura, ada kembali.

"Ya semoga virus berakhir. Tidak apa walau hanya melayani pemudik motor. Banyak teman-teman saya penjual warung yang tutup, ya karena sepi," katanya.

Langsung klik halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2