10 Negara Pemasok Kurma ke RI, Ada dari Israel?

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 16 Apr 2021 10:01 WIB
Pedagang merapikan buah kurma yang dijual di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (16/5). Menjelang Ramadan, impor kurma mengalami peningkatan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan impor kurma mencapai 49,39%.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor kurma Indonesia mencapai US$ 17,1 juta pada Maret 2021. Kurma yang masuk ke Indonesia berasal dari 10 negara di dunia. Salah satu negara yang terkenal akan buah kurmanya adalah Israel. Apakah Indonesia juga mengimpornya dari sana?

Jika dikumulatifkan, maka total nilai impor mencapai US$ 42,3 juta selama kuartal I-2021 atau selama tiga bulan pertama di tahun ini. Rinciannya, nilai impor kurma yang dilakukan Indonesia selalu meningkat dari US$ 10,3 juta di Januari, lalu US$ 14,9 juta di Februari, dan US$ 17,1 juta di Maret.

Berdasarkan data BPS yang dikutip, Jumat (16/4/2021), sebanyak 10 negara eksportir kurma ke Indonesia pada Maret tahun ini yaitu, Egypt dengan nilai US$ 4,9 juta dan berat 4.522 ton. Egypt menjadi negara terbanyak yang ekspor kurma ke Indonesia pada bulan Maret 2021.

Tunisia, nilanya US$ 4,3 juta dengan volume sebanyak 1.302 ton. Arab Saudi, nilainya US$ 3,4 juta dengan volume 3.181 ton. UEA, nilainya US$ 1,4 juta dengan volume 816 ton. Iran, nilainya US$ 1,2 juta dengan volume 1.061 ton.

Selanjutnya, Amerika Serikat (AS) nilainya US$ 490 ribu dengan volume 41 ton. Algeria, nilainya US$ 651 ribu dengan volume 319 ton. Palestina, nilainya US$ 322 ribu dengan volume 39 ton. Jordan, nilainya US$ 78 ribu dengan volume 30 ton.

Kemudian Nambia, nilainya US$ 93 ribu dengan volume 42 ton. Sementara lainnya tercatat US$ 68 ribu dengan volume 66 ton kurma.

(hek/fdl)