Sejak Kapan Ada THR Pegawai? Ini Asal-usulnya

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 16 Apr 2021 12:01 WIB
tourist budget for holidays in Indonesia. favorable exchange rates for the dollar to Indonesian rupees.
Foto: Getty Images/iStockphoto/VasilevKirill
Jakarta -

Setiap menyambut Ramadhan, para pekerja baik pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai swasta tentu menanti-nantikan tunjangan hari raya (THR). THR diatur oleh pemerintah untuk diberikan kepada para pekerja maksimal 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

Ada sosok yang berjasa dibalik munculnya kewajiban perusahaan membayar THR kepada pegawai. Dia adalah Soekiman Wirjosandjojo yang mencetuskan adanya THR keagamaan.

Dirangkum detikcom, Jumat (16/4/2021), Soekiman lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 1898. Selesai menempuh pendidikan di ELS, dia melanjutkan studi ke STOVIA (sekolah dokter) di Jakarta. Di usia 29 tahun, Soekiman lulus dari Universitas Amsterdam, Belanda, bagian kesehatan.

Saat belajar di Belanda, Soekiman dipercaya memimpin Indische Vereeniging (Perhimpunan Hindia Belanda/PHB). Dia kemudian mengubah organisasi tersebut menjadi Indonesische Vereeniging (Perhimpunan Indonesia/PI).

"Itu terjadi pada 1925 atau tiga tahun sebelum Sumpah Pemuda," kata politikus Partai Persatuan Pembangunan yang juga peminat sejarah Masyumi, Lukman Hakiem saat berbincang dengan detikcom, 4 Juni 2018 silam.

Soekiman kemudian juga tercatat sebagai salah satu anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), yang merumuskan konstitusi. Seusai proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, dia membidani lahirnya Partai Masyumi.

"Dia (Soekiman) menjadi ketua ymum pertama dan KH Hasyim Asyari semacam Ketua Dewan Syuro," kata Lukman.

Soekiman dipercaya sebagai perdana menteri pada 27 April 1951 . Di saat yang sama, dia juga menjabat Menteri Pertahanan. Dia menjadi perdana menteri hingga 1952.

Bagaimana hingga akhirnya Soekiman mencetuskan THR keagamaan? Baca di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3

Tag Terpopuler