Widya: Ngebor Cepu Semudah Membalikkan Telapak Tangan
Senin, 06 Mar 2006 21:31 WIB
Jakarta - Polemik soal ketidakmampuan Pertamina menjadi operator Blok Cepu dijawab oleh Direktur Utama Pertamina Widya Purnama. Menurutnya, untuk mengelola Blok Cepu semudah membalikkan telapak tangan.Rasa optimis itu diungkapkan Widya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR. "Untuk blok Cepu itu semudah membalikkan tangan, karena kita bisa monitor minyak kita yang ada di dalam bumi ini," kata Widya di Gedung DPR/MPR Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (6/3/2006).Dijelaskan Widya, produksi puncak dari pengeboran minyak tersebut baru akan terjadi pada 3 tahun setelah dilakukan pengeboran awal. Produksi puncak dapat mencapai 170 ribu barel hingga 200 ribu barel minyak per harinya. Untuk tahun-tahun pertama produksi baru akan mencapai 20-30 ribu barel minyak per harinya.Senada dengan Widya, Wakil Direktur Utama Pertamina, Mustiko Saleh menyatakan, Pertamina memilki kemapuan untuk melakukan eksplorasi di Blok Cepu karena Pertamina didukung oleh kemampuan teknologi yang memadai disamping kemampuan dana yang mencukupi.Untuk pengeboran tersebut, dalam RKAP 2006, tahap awal Pertamina telah menyiapkan US$ 50-100 juta untuk melakukan pengeboran tahap awal. Selain itu, untuk masalah pembiayaan, banyak bank-bank asing yang ingin turut serta untuk melakukan pembiayaan bersama Pertamina."Dana ngantri di belakang. JBIC, Mitsubishi, dan banyak lagi, itu dalam bentuk dana, kita mau duit aja, teknologi kita itu avalaible, geofisika, geologi, jago-jago orang kita," ungkap Mustiko.
(mar/)











































