Mudik Lebaran Resmi Dilarang, Begini Aturan Lengkapnya

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 19 Apr 2021 11:11 WIB
Pemerintah memutuskan meniadakan mudik Lebaran tahun ini. Keputusan ini berimbas pada pelarangan operasi moda transportasi pada 6 hingga 17 Mei 2021.
Foto: Rengga Sencaya
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan pemerintah resmi melarang mudik Lebaran 2021. Banyak pertimbangan yang diambil pemerintah, salah satunya adalah mencegah penyebaran wabah COVID-19.

Jokowi mengaku paham dengan keinginan masyarakat yang ingin berkumpul dengan keluarga. Namun begitu, penting juga bagi seluruh masyarakat untuk sama-sama mengutamakan keselamatan bersama.

""Bapak Ibu saudara-saudara yang saya hormati, saya mengerti kita semuanya pasti rindu sanak di saat-saat seperti ini apalagi di lebaran nanti tapi mari kita utamakan keselamatan bersama dengan tidak mudik ke kampung halaman," ucapnya seperti yang dikutip, Jumat (16/4/2021).

"Mari kita isi Ramadhan dengan ikhtiar memutus rantai penularan wabah demi keselamatan seluruh sanak saudara kita dan juga diri kita sendiri dan seluruh masyarakat," ajaknya.

Pemerintah sendiri sudah mengumumkan aturan lengkap larangan mudik Lebaran 2021. Dalam pengumuman itu, pemerintah jelas menentukan kriteria, larangan, hingga sanksi di empat sektor seperti darat, laut, udara, dan kereta api.

Angkutan Darat:
Hal yang dilarang saat mudik:

1. Kendaraan bermotor umum dengan jenis mobil bus dan mobil penumpang.
2. Kendaraan motor perseorangan dengan jenis mobil penumpang, mobil bus, dan sepeda motor serta kapal angkutan sungai, danau dan penyeberangan.

Ada pengecualian bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan saat musim mudik Lebaran dilarang, yaitu:

1. Yang bekerja atau perjalanan dinas untuk ASN, pegawai BUMN, pegawai BUMD, POLRI, TNI, pegawai swasta yang dilengkapi surat tugas dengan tanda tangan basah dan cap basah dari pimpinannya
2. Kunjungan keluarga yang sakit
3. kunjungan duka anggota keluarga yang meninggal dunia
4. Ibu hamil dengan satu orang pendamping
5. Kepentingan melahirkan maksimal dua orang pendamping, serta pelayanan kesehatan yang darurat.

Pengecualian kendaraan yang boleh melakukan perjalanan:

1. Kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara RI
2. Kendaraan dinas operasional, berpelat dinas TNI/POLRI
3. Kendaraan dinas operasional petugas jalan tol
4. Kendaraan pemadam kebakaran, ambulan, dan mobil jenazah
5. Mobil barang dan tidak membawa penumpang
6. Kendaraan untuk kesehatan darurat, ibu hamil dan keluarga intinya akan mendampingi
7. Kendaraan yang mengangkut repatriasi pekerja imigran Indonesia, WNI, pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah asal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Ada beberapa daerah yang masih boleh melakukan pergerakan saat musim mudik Lebaran dilarang, di mana saja? klik halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3