Mengintip Peluang Bisnis Hampers buat Lebaran, Mau Coba?

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 19 Apr 2021 13:50 WIB
Hampers Lebaran
Ilustrasi/Foto: Istimewa
Jakarta -

Bisnis hampers adalah salah satu usaha musiman yang menjanjikan jelang Lebaran. Momen ini bisa jadi salah satu ladang untuk mencari rezeki tambahan.

Pakar Marketing, Yuswohady mengatakan bisnis hampers akan sangat menjanjikan jelang Lebaran ini, terutama untuk jenis makanan. Pasalnya, masyarakat dilarang mudik dan ekonomi sudah mulai pulih dari pandemi COVID-19 sehingga orang tak ragu belanja.

"Hampers akan happening dibanding yang lalu karena kita nggak boleh mudik kan berarti oleh-oleh dikirim ke kampung gitu. Saya prediksikan hampers ini akan lebih banyak peminatnya," kata Yuswohady kepada detikcom, Senin (19/4/2021).

Menurutnya berbisnis hampers Lebaran tak butuh modal yang besar karena penjual bisa menerapkan sistem pre-order (PO), di mana baru membuatnya setelah ada pesanan. Kamu bisa menawarkan kepada orang terdekat dan menjajakannya di media sosial.

"Kalau online atau menggunakan sosial media kan tinggal display-nya atau melalui pertemanan. Jadi modalnya bisa bervariasi, nggak begitu besar. Nggak perlu nyetok langsung banyak, jadi tergantung permintaan," tuturnya.

Bagi yang tidak memiliki skill untuk menghias, siapapun bisa berbisnis hampers ini kok. Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho menyarankan agar sewa jasa orang lain untuk membantu bisnis yang sedang kamu jalankan.

"Bila kita tidak memiliki kemampuan untuk membuat produk tersebut jadi hampers yang menarik, maka kita harus memakai jasa orang lain yang bisa dan tentunya butuh biaya lagi," ucapnya.

Bagi yang memiliki modal pas-pasan dan tetap ingin berbisnis hampers, lebih baik kamu jadi reseller atau dropshipper. Dengan begitu kamu tak perlu mengeluarkan modal dan hanya membantu promosikan jualan.

"Selain dengan cara beli putus dan menyetok barang, ada cara lain yang bisa dilakukan untuk menjual hampers yaitu dengan cara menjadi reseller dan dropshipper," imbuhnya.

"Artinya barang tersebut tetap berada di produsen/penjual utamanya, sementara kita hanya membantu promosi dan penjualannya. Bila nanti ada yang berminat maka barang tersebut akan dikirimkan langsung oleh penjual utamanya," tambahnya.

(aid/eds)