Meski Pandemi, Pasar Takjil Benhil Tetap Ramai Diserbu Warga

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 19 Apr 2021 17:44 WIB
Pasar Ramadhan di Benhil
Foto: Anisa Indraini
Jakarta -

Pasar takjil di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat ramai diserbu warga jelang buka puasa. Mereka mencari makanan ringan maupun berat untuk berbuka.

Pantauan detikcom, Senin (19/4/2021), pukul 16.00 WIB sudah banyak pembeli yang berburu takjil. Sedangkan pedagang sudah bersiap menjajakan dagangannya sejak siang hari.

Di sepanjang kawasan Pasar takjil di Benhil, para pedagang berjualan di sisi kanan dan kiri jalan. Hal ini membuat jalan di sekitarnya sedikit tersendat, karena banyak yang menghentikan kendaraannya untuk sekadar mampir beli takjil.

Pasar takjil di Benhil menyediakan berbagai macam menu buka puasa seperti gorengan, siomay, martabak, kolak, es buah, es kelapa dan masih banyak lagi. Harga yang relatif murah menjadikan pasar ini cukup ramai meski pandemi COVID-19.

Pasar Ramadhan di BenhilPasar Ramadhan di Benhil Foto: Anisa Indraini

Salah satu pembeli di Pasar takjil di Benhil, Yunita mengaku setiap Senin-Jumat selalu membeli menu buka puasa di sini. Selain kantornya berada di sekitar kawasan Benhil, dia mengaku menu yang ditawarkan beragam, murah dan enak.

"Saya emang pasti ke sini sih karena dekat dari kantor, banyak juga macamnya. Iya relatif (murah) ya," tuturnya.

Pedagang gorengan di lokasi, Wati mengatakan sudah rutin berjualan gorengan di Pasar takjil Benhil setiap Ramadhan. Sedangkan sehari-harinya dia merupakan pedagang es di rumahnya.

"Setiap tahun saya jualan di sini. Biasanya jualan es saja, warung kecil-kecilan di depan rumah," ucapnya kepada detikcom.

Pasar Ramadhan di BenhilPasar Ramadhan di Benhil Foto: Anisa Indraini

Meski Pasar takjil di Benhil ramai, Wati menjelaskan kondisi ini jauh berkurang sejak adanya pandemi COVID-19. Belum tentu dagangannya setiap hari habis, padahal dia sudah menjajakan dagangannya sejak pukul 13.00-19.00 WIB.

"Habis nggak habis pokoknya tutup. Soalnya udah pada kenyang, capek. Jauh lah dari sebelum Corona, dulu mah enak ramai banget, sekarang kan juga dibatasi," tuturnya.

(aid/eds)