Curhat Pedagang Takjil: Sebelum Corona Enak, Sekarang Susah!

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 19 Apr 2021 19:50 WIB
Pasar Ramadhan di Benhil
Foto: Anisa Indraini
Jakarta -

Bisnis takjil salah satu usaha musiman yang ditunggu-tunggu saat Ramadhan. Namun, adanya pandemi COVID-19 membuat pendapatan mereka tergerus.

Salah satu pedagang takjil gorengan di Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat mengaku omzetnya turun 50% sejak ada Corona. Dari yang sebelumnya bisa Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta/hari, kini maksimal hanya bisa Rp 600 ribu/hari.

"Turun omzet. Pas sebelum Corona mah aduh enak banget. Dulu mah Rp 800 sampai Rp 1 juta bisa, sekarang mah ya Allah paling Rp 500, paling tinggi Rp 600/hari," kata Endang ditemui di lapak dagangannya, Senin (19/4/2021).

"Sepi lah sekarang mah. Jauh sebelum Corona mah enak, sekarang aduh nyari duit susah banget," tambahnya.

Endang menyebut sebelum Corona banyak donatur membeli takjil untuk masjid di sekitar Benhil. Namun sejak ada Corona kebiasaan itu berhenti karena masjid ditutup untuk mengadakan buka bersama (bukber).

"Dulu mah enaknya kalau sebelum Corona kan masjid dibuka, orang kebanyakan borong buat dikasih ke masjid, sekali borong sampai Rp 300 ribu/hari, setiap meja gantian misalnya Rp 200 ribu. Sekarang yang borong juga kena Corona jadi sepi. Makanya dampaknya kan semuanya," tuturnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh pedagang takjil lainnya, Muslihatun. Saat ini dia hanya bisa mendapat omzet Rp 1 juta/hari dari berjualan kolak Rp 10.000/gelas, di mana sebelum pandemi bisa mencapai Rp 2 juta/hari.

"Sebelum Corona mah bisa Rp 2 juta/hari, saya bawa 200 gelas, sekarang mah nggak berani. Sekarang paling cuma bawa 130-140," bebernya.

(aid/eds)