Benarkah Penyebab Kecelakaan Parah di Cipali karena Hal Mistis?

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 20 Apr 2021 13:59 WIB
Foto udara jalan tol ambles di ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali) KM 122, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (9/2/2021). Jalan tol Cipali KM 122 ambles pada hari Selasa (9/2) pukul 03.00 dini hari dan mengakibatkan penutupan satu jalur arah Cirebon-Jakarta. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/hp.
Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Jakarta -

Kecelakaan maut di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) tak jarang dikaitkan dengan unsur mistis. Namun, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membeberkan sejumlah penyebab tingginya angka kecelakaan di tol tersebut.

Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Ahmad Wildan menjelaskan mayoritas bentuk kecelakaan di Tol Cipali adalah tabrak depan belakang.

"Ini datanya mengerikan sekali. Data ini saya peroleh dari PT LMS di Tol Cipali. Ini hanya Tol Cipali saja datanya adalah 36 kasus rata-rata per bulan," kata dia dalam webinar, Selasa (20/4/2021).

Bahkan, angka fatalitas kecelakaannya mencapai 97%, artinya ketika terjadi kecelakaan tabrak depan belakang maka 97% korban meninggal. Penyebabnya adalah gap cepatan antara kendaraan yang cepat dengan yang lambat terlalu lebar.

Standar aman untuk gap kecepatan antar kendaraan adalah maksimal 30 km per jam, di atas 30 km maka risiko atau konsekuensi tabrak depan belakang akan meningkat setiap peningkatan 10 km per jam.

"Saat KNKT dan Balitbang survei di Cipali, terkejut saya ternyata gap kecepatan di Cipali bisa mencapai 100 km per jam. Ini menjelaskan kenapa di sana setiap hari terjadi tabrak depan belakang, gapnya terlalu besar," sebutnya.

Dia menjelaskan sebagian besar rear underrun protection atau bemper belakang pada truk tidak terlihat di malam hari. Hal itu menambah potensi penyebab kecelakaan.

"Pada saat kita mengendarai 100 km per jam, jarak aman kita adalah minimal 60 meter. sementara truk itu baru terlihat pada jarak 10 meter, sehingga semua pengemudi yang menggunakan kecepatan 100 km/perjam ketika ketemu truk seperti ini dia sudah terlambat, nggak mungkin lagi menghindar, akhirnya nabrak," paparnya.

Lantas, kenapa angka fatalitas kecelakaannya bisa sangat tinggi? dia menjelaskan hal itu disebabkan wajah atau muka penumpang dan pengemudi di depan langsung menghantam sasis belakang truk. Sebab, kolong truk cukup tinggi.

"Ini yang menyebabkan fatalitas sehingga saya nggak kaget ketika angka fatalitasnya adalah 97%, karena semua mobil yang masuk ke kolong truk maka langsung menghantam ke wajah pengemudinya. Crash protection box dan airbag-nya nggak akan berfungsi karena pengemudi langsung bertemu dengan sasis truk," tambahnya.

Tonton juga Video: Minibus Tabrak Truk di Cipali, 2 Orang Tewas

[Gambas:Video 20detik]



(toy/zlf)