Kesetaraan Gender Dinilai Tingkatkan Kinerja BRI & UMKM Indonesia

Erika Dyah Fitriani - detikFinance
Rabu, 21 Apr 2021 22:01 WIB
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggelar acara bertajuk Woman (Wonderful & Magnificent) dalam memperingati Hari Kartini.
Foto: Dok. BRI
Jakarta -

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggelar acara bertajuk Woman (Wonderful & Magnificent) dalam memperingati Hari Kartini. Adapun gelaran ini dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi terhadap peran perempuan untuk kemajuan bangsa.

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkap gelaran ini dihadiri secara hybrid oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, Komisaris Utama BRI Kartika Wirjoatmodjo yang juga Wakil Menteri BUMN, Komisaris Independen BRI Rofikoh Rokhim, Direktur Konsumer BRI Handayani, serta public figure Dian Sastrowardoyo.

Sunarso mengatakan perempuan memegang peran yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, tanpa perempuan yang hebat rasanya sulit untuk berharap akan adanya generasi-generasi penerus yang muncul di negeri ini.

Ia menyebutkan peran penting perempuan terhadap kemajuan suatu bangsa semakin menguat seiring berjalannya waktu. Terbukti, saat ini ada banyak sosok-sosok perempuan inspirasional dan memiliki peran atau jabatan penting yang bergerak di berbagai bidang. Ia menilai kehadiran perempuan-perempuan hebat ini tak jarang menginspirasi dan menumbuhkan semangat masyarakat untuk terus berjuang memperbaiki kehidupannya.

Lebih lanjut, Sunarso berharap agar ke depannya para pekerja perempuan di BRI mampu mengeluarkan semua potensi terbaiknya bagi perusahaan dan Indonesia secara umum. Ia mengaku saat ini BRI sudah cukup terbuka serta telah mengakomodir para perempuan agar bisa mengembangkan dirinya di perusahaan. Adapun hal ini terlihat dari jumlah pekerja BRI yang memiliki 121 ribu pekerja dengan 47 ribu di antaranya adalah perempuan.

"Secara demografi juga alhamdulillah sudah 80 persen yang masuk kategori milenial. Lebih bersyukur lagi, para pekerja perempuan di BRI kini sudah menduduki jabatan yang strategis dan cukup tinggi. Pada posisi manajerial, manajer sampai BOD-1, itu sudah ada 716 pekerja perempuan yang menduduki posisi-posisi strategis ini. Persentasenya kira-kira sudah 22,69 persen," ujar Sunarso dalam keterangan tertulis, Rabu (21/4/2021).

Selain membuka kesempatan bagi pekerja perempuan berkarier hingga puncak, Sunarso mengaku pihaknya juga memiliki komunitas khusus bagi pegawai wanitanya yang bernama Srikandi BRI. Diketahui, komunitas ini kerap menjalankan program-program yang berfokus untuk memberi dukungan program women empowerment, social enterpreneurship, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Sementara itu, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani menyebut semangat perjuangan Kartini sampai sekarang masih relevan untuk digunakan sebagai pemacu perempuan agar lebih berperan dalam kehidupan keluarga, sosial, dan ekonomi. Ia mengungkapkan salah satu riset McKinsey yang menyebut manfaat sebesar US$12 triliun bisa diraih dunia apabila kesempatan perempuan untuk maju dan berkembang diberikan secara adil.

Selain itu, Sri Mulyani juga menyampaikan telah ada banyak sosok perempuan hebat di Indonesia yang bisa menjadi inspirasi.

"Jadi perempuan-perempuan yang pada hari ini telah memiliki berbagai kesempatan, selalu jadilah pendukung dan pemberi inspirasi bagi yang lain, baik sesama perempuan maupun masyarakat secara keseluruhan," tutur Sri.

Sri Mulyani pun berpesan untuk para perempuan yang kemudian memilih untuk menjalankan karier untuk melaksanakan karier dan tugasnya dengan seluruh kelebihan yang dimiliki sebagai perempuan.

"Keunggulan yang Anda miliki sebagai perempuan harus digunakan untuk memberikan yang terbaik bagi institusi di mana Anda bekerja. Di dalam memberikan inspirasi, di dalam memberikan judgement, dan leadership yang inklusif. Di dalam setiap posisi yang Anda miliki, Anda selalu mampu, memiliki kesempatan untuk membuat perbedaan dalam artian yang baik. Untuk bisa memberikan nilai tambah. Dan untuk bisa memberikan keberagaman yang inklusif. Ini lah yang merupakan tugas sejarah yang diemban oleh kita semua," jelasnya.

Pada acara tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan selama ini kerap melihat ada banyak pegawai atau Agen BRILink perempuan yang menjadi tulang punggung untuk memenuhi kebutuhan keuangan masyarakat. Ia melanjutkan, sempat bertemu dua agen BRILink wanita di daerah berbeda yang mampu membuat kapasitas ekonomi masyarakat naik kelas.

Melihat peran vital pekerja perempuan, Erick berpesan agar ke depannya ada kesempatan bagi para perempuan untuk bisa lebih berkembang. Ia pun menilai BRI memiliki potensi untuk berperan sebagai 'bapak' guna meningkatkan kesejahteraan pekerja perempuan. Menurutnya, peran ini akan berujung pada naiknya produktivitas perusahaan dalam menyalurkan kredit dan memberdayakan UMKM.

"Itu lah yang saya minta bagaimana BRI dan tentu para wanita-wanita kuat yang ada di BRI, nasabah BRI yang tadi saya lihat, jaringan BRI, ataupun 40 ribu pekerja wanita yang ada di BRI, ini menjadi sebuah kekuatan. Saya yakin dengan ada kesempatan peningkatan gender equality akan terus meningkatkan kinerja BRI sebagai pedoman, penggerak, yang kita harapkan untuk UMKM di Indonesia," tambah Erick.

Direktur Konsumer BRI Handayani juga mengungkapkan perempuan adalah kelompok yang paling terdampak pandemi COVID-19 baik secara fisik maupun psikologis. Sebab menurutnya, perempuan harus mengemban tugas ganda sebagai ibu rumah tangga dan bekerja dari rumah selama pandemi.

Selain itu, Handayani pun memaparkan berdasarkan data yang dimilikinya, ada 60 persen lebih pelaku UMKM yang merupakan perempuan.

"Jadi memang kalau kita lihat perempuan ini punya ketahanan yang luar biasa. Ketika dalam keadaan sulit, mungkin perempuan jauh lebih bisa survive daripada mungkin pria," ujar Handayani.

Terakhir, Komisaris BRI Rofikoh Rokhim mengungkapkan perempuan saat ini harus memiliki pendidikan yang tinggi agar bisa meningkatkan kelas dan kapasitasnya. Adapun pendidikan tinggi ini disebutnya tak harus diraih melalui jalur formal, namun bisa juga berasal dari pengalaman hidup sehari-hari.

Rofikoh menilai dengan kemampuan dan kapasitas diri yang tinggi, seorang perempuan diyakini tak mudah mendapat perlakuan diskriminasi dan bisa membuktikan bahwa dirinya hebat.

"Hebatnya perempuan itu bukan hanya karena (mampu) multitasking, tapi juga memiliki jiwa endurance, persistent dan ini tidak hanya didapat dari (pendidikan) formal tapi juga informal, dari kehidupan kita sehari-hari," kata Rofikoh.

Sebagai informasi, peringatan Hari Kartini oleh BRI akan berlanjut pada hari Kamis (22/04) dengan kegiatan Sharing Session Bersama kaum difabel. Adapun kegiatan ini bertajuk "Kartini Milenial, Generasi Penerus Bangsa Turut Membangun SDM Unggul Indonesia Maju".

Diketahui, Sharing session bersama Yayasan Skills For Life ini diselenggarakan oleh Srikandi BRI dengan harapan dapat memberikan inspirasi bagi para Kartini Milenial masa kini untuk meneladani semangat Kartini guna meningkatkan martabat, hak, dan kesejahteraan para penyandang disabilitas.



Simak Video "Menggapai Ketenangan Batin"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)