Kartu Prakerja Gelombang 17 Akan Dibuka, Sabar Ya

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 22 Apr 2021 17:30 WIB
Ilustrasi Kartu Pra Kerja
Foto: Fuad Hasim/Tim Infografis
Jakarta -

Direktur Eksekutif PMO Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari meminta masyarakat yang menantikan gelombang 17 dibuka bersabar. Dia memastikan pendaftaran gelombang 17 Kartu Prakerja akan dibuka.

Denni menjelaskan gelombang 17 Kartu Prakerja akan dibuka setelah status kepesertaan dari gelombang 12-16 dicabut. Kepesertaan yang dicabut itu karena tidak membelanjakan dana pelatihannya.

"Jadi teman-teman yang sekarang belum mendapatkan program Kartu Prakerja itu sabar, kami akan buka gelombang 17 yang akan manfaatkan dari ini tadi, yang tidak memanfaatkan," ucapnya dalam acara Dialog Produktif Kabar Kamis secara virtual, Kamis (22/4/2021).

Denni menjelaskan menurut peraturan yang ada, jika dalam 30 hari dana pelatihan tidak dibelanjakan maka kepesertaannya akan dicabut.

Jika kepesertaannya dicabut, maka dia tidak bisa mengikuti pelatihan. Nah jika tidak mengikuti pelatihan maka uang insentif tidak bisa dicairkan.

"Sejauh ini yang sudah kami cabut kepesertaannya adalah peserta dari gelombang 12, 13 dan 14. Jumlah totalnya dari 3 gelombang ini yang sudah dicabut sekitar 29 ribu orang," tuturnya.

"Kenapa teman-teman yang sudah daftar, sudah dapat tapi kok tidak manfaatkan bantuan yang telah diberikan. Tapi biasanya kami akan kembalikan uang ini ke negara dan kami akan realoaksikan buat peserta baru," tambah Denni.

Seperti diketahui, peserta Kartu Prakerja akan mendapatkan manfaat dengan total sebanyak Rp 3.550.000. Sebesar Rp 1.000.000 tidak bisa diuangkan karena untuk dana pelatihan, jika tidak mengikuti pelatihan maka kepesertaan akan hangus dan uang akan dikembalikan ke kas negara.

Sisanya yakni Rp 2.550.000 bisa dipegang masyarakat jika mengikuti pelatihan Kartu Prakerja. Nantinya, manfaat itu diberikan setelah mengikuti pelatihan yang akan ditransfer Rp 600.000 selama empat bulan, dan jika mengisi survei sebanyak 3 kali akan dapat insentif tambahan sebesar Rp 150.000.

(das/hns)