Netflix cs Laris Manis saat Pandemi, Filmnya Borong Oscar

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 26 Apr 2021 10:08 WIB
Netflix
Foto: doc Netflix
Jakarta -

Masyarakat di seluruh dunia kini mulai beralih pada pemutaran film streaming ketimbang mengunjungi bioskop langsung. Penyebabnya tak lain ialah pandemi COVID-19 yang menekan aktivitas masyarakat di luar rumah.

Meski sejumlah bioskop dan teater sudah dibuka kembali dengan melaksanakan protokol kesehatan, kenyataannya pengunjung masih sepi.

Ternyata, hal ini tak hanya berdampak pada bisnis bioskop atau teater itu sendiri. Akan tetapi, masa depan acara-acara penghargaan juga diprediksi kuat berubah seiringan dengan pesatnya pertumbuhan platform streaming film.

Khususnya di acara penghargaan ternama seperti Academy Awards alias Oscar. Di perhelatan Oscar tahun ini saja, banyak pemenang yang datang dari film-film yang diputarkan di platform streaming.

Dilansir dari CNN, Senin (26/4/2021), 5 dari 8 film yang memperebutkan kategori Best Pictures adalah film-film yang ditayangkan perdana melalui platform Netflix (NFLX), Amazon (AMZN), Hulu dan HBO Max. Tak hanya itu, Disney (DIS) melalui platform-nya Disney + mendapatkan nominasi untuk kategori Best Animated film melalui Soul.

Setelah pandemi melanda, organisasi pengawas Oscar yaitu Academy of Motion Picture Arts and Sciences memang mengubah aturan penilaian. Organisasi tersebut telah menetapkan film-film yang ditayangkan perdana melalui platform streaming tetap bisa bersaing mendapatkan penghargaan. Apakah aturan itu akan berlaku permanen? Hal itu belum diketahui.

Namun, perubahan perlu dilakukan karena saat ini masyarakat lebih nyaman menonton penayangan perdana alias premier dari sebuah film melalui layar televisi (TV) di rumahnya ketimbang di bioskop. Gelaran premier di bioskop dinilai lebih lemah ketimbang melalui platform, terutama untuk film-film bergengsi.

Bahkan, film-film terbaru dari Disney langsung ditayangkan perdana di Disney + seperti Black Widow dan Cruella. Tak hanya itu, Warner Bros sukses meraup US$ 400 juta atau setara Rp 5,81 triliun (kurs Rp 14.525) setelah menayangkan Godzilla vs Kong secara perdana di platform HBO Max.

Layanan streaming film memang mendapatkan manfaat dari pandemi COVID-19. Netflix misalnya yang pelanggannya sudah melebihi angka 200 juta di seluruh dunia. Lalu, Disney + juga mengejutkan dengan pertumbuhan pelanggan yang sangat cepat, yakni lebih dari 100 juta.

Tentunya, eksistensi bioskop dan teater masih harus dipertahankan. Namun, memulihkan bioskop dan teater, beriringan dengan platform streaming yang akan berupaya mempertahankan kinerjanya, tentunya akan menjadi tantangan.

Di sisi lain, metode penilaian untuk film-film yang ditetapkan sebagai nominasi atau pemenang Oscar memang sudah berbeda meski bioskop masih beroperasi penuh.

Sejumlah pengamat perfilman menilai, film-film yang memenangkan Oscar adalah film yang cenderung disukai kritikus, bukan penonton. Kepala Analis di , kepala analis di Boxoffice.com Shawn Robbins menyampaikan sejumlah data bahwa film-film yang mencetak rekor penonton di bioskop tidak memenangkan Oscar.

Bahkan ketika dinamika terus berkembang di Hollywood pasca-pandemi, Robbins meyakini film-film terlaris tidak akan memenangkan kategori Best Picture dalam beberapa tahun mendatang.

"Dasar pemilih Academy berkembang dari satu generasi ke generasi berikutnya. Suara-suara baru selalu menggantikan yang sekarang dan yang sebelumnya. Kami melihat Black Panther misalnya, menerima nominasi Film Terbaik hanya pada gelaran 3 tahun lalu," kata Robbins.

Academy Awards pernah memenangkan film-film terlaris, namun itu sudah sangat lama. Misalnya Titanic, The Godfather, dan Forrest Gump. Namun, hal itu tidak terjadi pada Black Panther, Mad Max Fury Road, dan American Sniper yang dinominasikan beberapa tahun lalu.

Menurut catatan Variety, tidak ada satu pun pemenang kategori Best Picture menduduki peringkat 10 besar dalam box office global semenjak sekuel The Lord of the Rings: Return of the King pada tahun 2004 silam. Hal ini dinilai sebagai bukti kesenjangan yang semakin besar antara penghargaan dan pilihan publik, serta pemisahan yang lebih jelas antara rilis komersial dan rilis yang memikat pemberi penghargaan.

Faktanya, film terakhir yang menghasilkan lebih dari US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,45 triliun di box office dan membawa pulang hadiah terbesar Oscar adalah Argo yang tayang pada 2012 silam.

Simak juga 'Film-Series Netflix Mendominasi di Nominasi Golden Globe Awards ke-78':

[Gambas:Video 20detik]



(vdl/zlf)