Jepang Deadline RI Soal Utang

Jepang Deadline RI Soal Utang

- detikFinance
Rabu, 08 Mar 2006 14:46 WIB
Jakarta - Pemerintah Jepang mendesak Indonesia agar segera memutuskan apakah akan mengambil utangannya atau tidak. Hal itu karena tahun fiskal anggaran Jepang akan berakhir per 31 Maret 2006.Hal tersebut dikatakan Dubes Jepang Yutaka Iimura usai menemui Menko Perekonomian Boediono di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (8/3/2006)."Jadi sekarang sudah tanggal 8 Maret, jadi waktu kita sudah sangat sedikit. Kami katakan pada Menko Boediono, ini sudah kedua kalinya kami ketemu dan oleh karena itu harus segera difinalisasi. Secepat mungkin," ujar Iimura.Namun Iimura belum mengungkapkan berapa pinjaman yang akan dikucurkan Jepang tahun ini mengingat masih banyak isu yang harus dibahas dengan pemerintah Indonesia."Jumlah pinjamannya masih belum tahu, karena masih dibahas itu. Masih tergantung pada hasil pembicaraan," ujar Iimura.Mengenai suku bunga pinjaman, Jepang menutup kemungkinan Indonesia menggunakan suku bunga lama. Hal ini terjadi karena peringkat Indonesia naik dari low income countries menjadi middle income countries."Jadi kita Jepang harus pikirkan negara-negara berpendapatan renadh lainnya. Kenaikan 0,2 persen hanya pada pinjaman untuk proyek-proyek general term jadi tidak berpengaruh banyak pada posisi utang Indonesia," katanya.Dalam pertemuan itu tidak dibahas apakah pemerintah apakah Menko Perekonomian menerima hal itu. "Saya kira itu kewenangannya ada pada Bappenas," tambahnya.Mengenai forum Consultative Group on Indonesia (CGI), IImura mengatakan hari Jumat lusa akan ada pertemuan Tim Kerja Investasi CGI yang diketuai Menko Perekonomian Boediono, Dubes Jepang, dan Dubes AS, dan Andrew Steer dari Bank Dunia.Selain itu hal lain yang dibicarakan dengan Menko adalah tentang investasi Jepang di Indonesia. Pada pertengahan Maret nanti, asosiasi pimpinan bisnis Jepang Bagian Barat akan datang berkunjung ke Indonesia membahas iklim investasi dan kemungkinan-kemungkinan investasi. "Jadi saya informasikan ini kepada Boediono, dan kami harap kunjungannya bisa diterima," ujarnyaIimura juga menyambut paket kebijakan investasi yang baru diumumkan pemerintah. Negara Jepang, imbuh Iimura sangat menghargai inisiatif tersebut untuk memperbaiki iklim investasi."Kami harapkan bisa mendorong investasi asing termasuk dari jepang. Untuk lebih banyak berinvestasi di Indonesia," tambahnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads