Perang Lokal Rebutan Blok Cepu

Perang Lokal Rebutan Blok Cepu

- detikFinance
Rabu, 08 Mar 2006 15:40 WIB
Jakarta - Blok Cepu tak hanya memunculkan perang besar antara ExxonMobil versus Pertamina. Di tingkat lokal, pertarungan menangguk rejeki minyak itu pun tak kalah serunya. Ada upaya mengganjal Dahlan Iskan. Serunya pertarungan itu tersirat ketika Pemda propinsi Jawa Timur, Selasa (7/3/2006) mengusung badan usaha milik daerah (BUMD) baru dengan nama PT Petrogas Jatim Utama (PJU). Padahal, pada pertengahan Januari 2006, Dahlan Iskan selalu Dirut PT Panca Wira Utama (PWU) sudah membentuk PT Petrogas Wira Banyu Urip (PWBU) khusus untuk mengelola Blok Cepu. PWU sendiri adalah holding BUMD Pemda Propinsi Jawa timur. Di PWBU, Dahlan Iskan didapuk menjadi komisaris.DPRD Jawa Timur, dalam merancang PJU sebagai holding baru untuk menangani Blok Cepu, rupanya tidak lagi melibatkan PWBU yang dikomandani CEO Harian Jawa Pos itu. Menurut anggota Komisi C DPRD Jatim Sudono Sueb kepada detikcom, PJU berupa holding company baru nantinya menguasai saham 2,24 persen dari Participating interest (PI) 10 persen. "Namun, PJU ini tidak boleh menguasai saham 100 persen, melainkan harus di-share dengan pihak ketiga yaitu koperasi pegawai negeri. Raperda PJU ini sedang dibahas. Kamis (9/3/2006) besok, sidang pendapat akhir fraksi soal itu. Kalau nanti diketok ya berarti PJU yang jalan," kata Sudono.Lantas bagaimana nasib PWBU? Jika raperda itu nantinya disahkan, otomatis akan mengubur impian PWU menangguk rejeki minyak dari Blok Cepu. "PWU tidak bisa terlibat. Sebab urusannya tidak migas, tetapi lebih pada produksi hajat orang banyak dan jasa. Kalau mereka memaksakan diri terlibat berarti melanggar AD/ART-nya sendiri," tandas Sudono.Menurut Wakil Ketua DPRD Jatim Ridwan Hisyam kepada detikcom Rabu (8/3/2006), pemprov Jatim tidak ingin proyek migas dicampur oleh perusahaan yang mengelola industri. Itulah akhirnya pemprov Jatim membentuk PT Petrogas Jatim Utama (PJU) yang khusus bergerak di bidang migas. Dalam peraturan daerah yang akan diputuskan Kamis (9/3/2006), pemprov Jatim juga merencanakan mengambilalih saham anak perusahaan Panca Wira Utama (PWU), yaitu PT Petrogas Wira Banyu Urip (PWBU)."Sehingga nanti dalam usaha migas, holding besarnya adalah PJU, sedangkan PWU untuk Industri dan PT Graha Jatim Utama untuk properti," kata Ridwan.PJU yang akan segera diputuskan pendiriannya itu masih belum memiliki direksi. Pemodalnya sekitar 99 persen adalah pemprov Jatim dan 1 Persen Koperasi pegawai negeri Jatim. Khusus untuk PJU, dana APBD digelontorkan sekitar 5 persen pada tahun ini dan kemungkinan tahun depan keluar lagi 5 persen. "Jadi 10 persen dari total APBD Jatim yang berkisar Rp 4,3 triliun. Tapi ini masih untuk sementara kalau APBD sudah tidak mampu maka akan diberdayakan pihak lain," ujar Ridwan.Apakah pendirian PJU bakal mulus? "Kemungkinan besar akan gol karena mayoritas anggota DPRD sudah setuju. Kalau ada penolakan akan dilihat berapa banyak yang menolak. Kalau buntu maka akan voting. Tapi kayaknya tidak bakalan voting, sebab mayoritas sudah setuju," tandas anggota DPRD dari Partai Golkar ini.Munculnya PJU jelas merupakan perkembangan paling gres. Untuk diketahui saja, setelah Dahlan Iskan membentuk PWBU, Gubernur Jawa Timur Imam Utomo sempat mengajukan rancangan perusahaan baru bernama PT Banyu Urip Wira Jatim (BUWJ), sebagai perusahaan BUMD pengelola Blok Cepu. Setelah Imam Utomo menelorkan rancangan baru, pada 17 Februari 2006 Dahlan Iskan kemudian melayangkan secarik surat ke Imam Utomo. Isi surat Dahlan itu menanyakan, perusahaan apa yang akan dipilih untuk mengelola Blok Cepu. Dalam surat itu Dahlan juga menyatakan akan membubarkan PWU jika memang BUWJ rancangan Imam Utomo itu yang akan dipilih untuk mengelola Blok Cepu. Setelah Dahlan melayangkan surat itu, menurut sumber detikcom, Imam Utomo konon melunak. Rancangan BUWJ yang sudah dikirim Imam Utomo ke DPRD Jatim, ditarik kembali. Soal pengelolaan Blok Cepu selanjutnya diserahkan kembali ke PWBU. Namun kini peta berubah lagi dengan munculnya PJU. 'Perang lokal' pun ternyata tak kalah seru. Jadi siapa bakal menangguk rejeki minyak Blok Cepu? (bdi/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads