Penjualan Mobil Februari Masih Turun
Rabu, 08 Mar 2006 17:22 WIB
Jakarta - Hingga bulan kedua tahun ini, pasar mobil Indonesia belum mengalami tanda-tanda pemulihan. Pada bulan Februari penjualan mobil nasional turun 5 persen dibandingkan bulan Januari. Padahal selama Januari 2006, penjualan mobil nasional juga anjlok hingga 41,4 persen menjadi 26.612 unit, dibanding Januari tahun lalu yang sebesar 45.479 unit. Sedangkan pada Februari tahun lalu penjualan mobil sebesar 45.722 unit mobil."Rata-rata telah terjadi pengurangan produksi di produsen mobil, karena stok di dealer menumpuk dan pasar baru akan menyerapnya 2-3 bulan kedepan," kata Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor(Gaikindo) Bambang Trisulo.Hal itu diungkapkan Bambang, disela acara persemian Winteq (workshop for industrial equipment) di Pabrik PT Astra Otoparts Tbk, kawasan Cibinong, Bogor, Rabu (8/3/2006).Menurut Bambang, meski realisasi penjualan hingga Februari masih turun 5 persen dibandingkan Januari 2006, pihaknya optimistis pasar akan mulai pulih pada bulan Maret ini. "Saya harap di bulan Maret penmjualan kembali normal, namun dengan catatan nilai tukar stabil, SBI stabil bahkan kalau bisa turun," katanya.Jika kondisi ekonomi belum normal, menurut Bambang, target penjualan mobil 2006 bisa diturunkan dari semula 500 ribu unit menjadi 450 ribu unit.Bambang juga mengakui, turunnya penjualan mobil telah mengakibatkan terjadinya pemutusan hubungfan kerja (PHK). Hal ini terutama terjadi pada karyawan kontrak, karena perusahaan harus melakukan efisiensi, sehingga lembur pada Sabtu dan Minggu ditiadakan."Saya yakin semester II produksi kembali normal dengan kembalinya daya beli masyarakat, dengan begitu akan ada rekruitmen karyawan kembali," ujarnya.Sementara Presdir PT Astra Honda Motor, Tossin Himawan mengatakan, pihaknya tidak melakukan PHK. Hanya tenaga outsourcing yang digunakan berkurang dan kontrak yang telah habis tidak diperpanjang Himawan mengaku, optimistis penurunan daya beli tidak mempengaruhi penjualan motor secara signifikan. Pasalnya, masyarakat masih menggunakan motor yang lebih efisien dibandingkan naik kendaraan umum. Maka itu, ungkap Himawan, pihaknya tetap alam mempertahankan harga penjualan motor agar tetap terjangkau masyarakat.
(ir/)











































