Handphone 5G Laris Manis, Laba Apple Tembus Rp 342 Triliun

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 29 Apr 2021 09:04 WIB
NEW YORK, NY - AUGUST 02:  The Apple logo is displayed in an Apple store in lower Manhattan on August 2, 2018 in New York City. On Thursday the technology company and iPhone maker became the first American public company to cross $1 trillion in value. Apple stock is up more than 20% this year.  (Photo by Spencer Platt/Getty Images)
Foto: Spencer Platt/Getty Images
Jakarta -

Apple melaporkan pendapatan perusahaan di kuartal I-2021 tembus US$ 89,6 miliar. Sedangkan laba perusahaan mencapai US$ 23,6 miliar atau setara Rp 342 triliun (kurs Rp 14.500/US$). Raihan tersebut melampaui perkiraan analis sebelumnya.

Dilansir dari CNN, Kamis (29/4/2021), perusahaan juga mengesahkan pembelian kembali saham senilai US$ 90 miliar. Saham Apple pun meroket lebih dari 3% setelah jam kerja menyusul laporan tersebut.

Penjualan iPhone mencapai hampir US$ 48 miliar, meningkat 65% dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu karena konsumen terus mengeluarkan banyak uang untuk membeli smartphone 5G pertama Apple.

Penjualan produk perusahaan secara keseluruhan mencapai US$ 72,6 miliar, didukung oleh peluncuran iPad baru, Apple Watch Series 6, dan rangkaian MacBook yang diperbarui dengan chip silikon internal Apple.

"Apple sedang dalam periode inovasi besar-besaran di seluruh jajaran produk kami, dan kami tetap fokus pada bagaimana kami dapat membantu tim kami dan komunitas tempat kami bekerja keluar dari pandemi ini ke dunia yang lebih baik," kata CEO Apple Tim Cook dalam sebuah pernyataan.

Pendapatan layanan Apple melonjak sekitar 27% menjadi US$ 16,9 miliar. Itu disebabkan produk perangkat lunak baru seperti program Fitness + dan paket langganan Apple One terus mendapatkan daya tarik.

Diterangkan CFO Apple Luca Maestri, perusahaan mencatat pertumbuhan dua digit di setiap kategori produknya. Penjualan iPad dan Mac tumbuh masing-masing 70% dan 79% didorong oleh sistem kerja dari rumah (WFH), di mana penjualan Mac mencatat rekor baru sepanjang masa.

"Kuartal ini memperkuat fakta bahwa meskipun poros ke arah layanan, Apple tetap menjadi perusahaan yang digerakkan oleh perangkat keras," kata analis eMarketer Yoram Wurmser dalam sebuah catatan setelah laporan laba rugi.