Jangan Lengah, Pandemi Masih Jauh dari Kata Selesai!

ADVERTISEMENT

Jangan Lengah, Pandemi Masih Jauh dari Kata Selesai!

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 29 Apr 2021 10:59 WIB
Genap setahun Corona mewabah di Indonesia. Corona terjadi di semua negara di dunia. Berikut negara-negara yang pernah melakukan lockdown dalam menghadapi pandemi ini.
Foto: detikcom files
Jakarta -

Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menilai penanganan sekaligus penyelesaian pandemi COVID-19 masih jauh dari kata selesai, meskipun saat ini Indonesia sudah berhasil mempertahankan kasus aktif dan kematian harian yang rendah dalam 2 bulan terakhir.

Kepala BKF Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan pemerintah dan semua komponen bangsa harus tetap fokus dalam menerapkan protokol kesehatan dan tidak lengah meski pelaksanaan vaksinasi nasional termasuk yang agresif di dunia.

"Saat ini kita hadapi tantangan yang berat dalam sejarah, kita lihat pandemi ini masih jauh dari kata selesai. Kita melihat di India, Brasil menyaksikan gelombang ketiga, dan ini belum selesai sehingga kita masih hadapi tantangan besar," kata Febrio dalam acara Telaah Paradigma Baru Pembangunan Ekonomi pada Forum on TV, Kamis (29/4/2021).

Febrio mengungkapkan, Indonesia saat ini berhasil menjaga kasus aktif dan kematian di level yang rendah dalam beberapa bulan belakangan. Menurut dia, capaian tersebut bukan pekerjaan yang mudah sehingga dibutuhkan kerjasama untuk seluruh komponen baik pemerintah hingga masyarakat.

"Kita lihat kasus kematian harian juga rendah, kasus aktif terus rendah, ini yang harus kita jaga, bagaimana di tengah ancaman global kita bisa menurunkan kasus ini," ujarnya.

Saat ini, dikatakan Febrio, pemerintah sedang mendorong percepatan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 kepada sekitar 180 juta masyarakat nasional. Percepatan ini diharapkan bisa membuat Indonesia mencapai herd immunity pada kuartal I-2022.

"Vaksinasi memang menjadi senjata utama dan harus kita dorong lebih cepat lagi. Tapi berjalan dengan itu kita berharap vaksinasi dengan meningkatkan imunitas berkala, masyarakat juga harus bisa beraktivitas dengan kehati-hatian, sehingga aktivitas ekonomi kita berjalan lagi, supaya masyarakat bisa menghidupi hidupnya seperti sebelum pandemi," ungkapnya.

(hek/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT