Festival Ide Bisnis

Mantan Pegawai BUMN Ini Sukses Bisnis Potong Rambut, Simak Tipsnya

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 29 Apr 2021 15:04 WIB
Hairnerds Studio
Foto: Hairnerds Studio (Istimewa/Hairnerds Studio)
Jakarta -

Menjadi pegawai bank apalagi di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mungkin menjadi dambaan bagi banyak orang. Namun Iman Djayadiningrat memilih untuk resign dari PT Bank Negara Indonesia/BNI (Persero) Tbk dan memilih memulai bisnis.

Iman kini adalah Founder Hairnerds Studio atau bisnis jasa potong rambut. Usaha itu pertama kali dimulai pada 2015 di rumah yang awalnya hanya sebagai sampingan dan dilakukan setelah pulang kerja, modal awalnya pun hanya sisir dan gunting.

"Awalnya bisa dikatakan hobi karena hobi saya gonta-ganti rambut dari kecil. Di 2008 sudah ada teknologi yang namanya YouTube itu mulai belajar otodidak hingga akhirnya jadi hobi terus-terusan sampai 2015-2016 saya mutusin buka potong rambut di rumah habis pulang kantor jam 19.00 WIB, ternyata nggak laku," katanya dalam Festival Ide Bisnis detikcom, Kamis (29/4/2021).

Namun saat itu usaha potong rambutnya belum banyak diminati. Tak pantang menyerah, dia memutuskan untuk jemput bola dengan membuka jasa potong rambut dari rumah ke rumah dan melakukan berbagai teknik marketing. Setelah banyak pelanggan dia memutuskan untuk fokus bisnis dan membuka Hairnerds Studio pada 2017.

"Saya coba jemput bola datang ke teman-teman dulu delivery hair cut satu per satu dari mulai gratis, dibayar seadanya sampai akhirnya saya melek digital marketing. Perlahan-perlahan saya bangun sampai akhirnya 2017 buka Hairnerds Studio sampai sekarang," imbuhnya.

Bisnis potong rambut dipilih karena menurutnya jasa ini tidak akan pernah mati selama manusia masih memiliki rambut. Terbukti saat ini Hairnerds Studio mampu menarik minat banyak pelanggan karena bisnisnya mampu mengikuti teknologi yang sedang berkembang dan menjalankan marketing di sana.

"Basis data 90% customer kita bukan orang yang tinggal di sekitar Hairnerds Studio. Kebanyakan berasal dari media sosial jadi kita harus melek total. Mulai dari YouTube, Instagram, nowadays kita juga pakai TikTok," ujarnya.

Selain itu sebagai bisnis jasa, Iman menyebut membangun engagement dengan pelanggan merupakan hal yang sangat penting.

"Customer bukan raja tapi bagaimana kita bisa membangun engagement dengan customer. Kita bisa jadikan dia teman itu jauh lebih penting untuk bisnis sebuah jasa. Jadi mereka akan bangga terhadap apa alasannya mereka datang ke Hairnerds Studio," tuturnya.

Meski begitu, Iman mengaku bisnisnya sempat terdampak pandemi COVID-19 karena tutup operasional selama dua bulan. Saat itu dia mengaku tidak memilih melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), dia memilih berkorban untuk menyelamatkan bisnisnya.

"Saat itu uang tabungan saya sisa Rp 5 juta karena habis untuk membayar karyawan selama tidak beroperasi. Jadi untuk penyelamatan ikhtiar saja dan yang penting kita tahu how to," ucapnya.

Pengalamannya yang pernah bekerja di BUMN disebut berperan dalam menjalankan bisnisnya saat ini. "Saya bersyukur pernah bekerja di BUMN jadi saya tahu bagaimana mengelola bisnis," imbuhnya.

Anda yang ingin menggali ide bisnis dan belajar langsung dari para praktisi masih bisa mendaftar Festival Ide Bisnis yang berlangsung sampai Jumat, 30 April 2021 di event.detik.com.

(aid/dna)