Pemerintah Terima Tawaran Pinjaman Jepang
Rabu, 08 Mar 2006 23:08 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia menerima tawaran pinjaman dari Jepang. Pinjaman ini rencananya akan digunakan untuk membiayai sembilan proyek infrastruktur di Indonesia."Nantinya Bappenas yang akan menyeleksi apakah semua proyek itu akan dilaksanakan, atau hanya sebagian saja. Prosesnya di Bappenas," ujar Menko Perekomian Boediono di Gedung Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (8/3/2006).Pemerintah Jepang melalui Duta Besarnya Yutaka Iimura, memberi peringatan kepada pemerintah Indonesia supaya pemerintah segera memutuskan apakan akan menerima tawaran tersebut atau tidak. Mengingat tahun anggaran Jepang akan berakhir pada 31 Maret mendatang.Menaggapi hal ini, Boediono mengatakan pemerintah tentunya akan mengupayakan agar jangan sampai tawaran dari pemerintah Jepang ini dilepas. Namun Boediono belum memberikan kepastian berapa besar nilai pinjaman yang akan diajukan kepada pemerintah Jepang."Jangan dipatok pada jumlahnya. Yang penting proyek mana yang kita perlukan," tandasnya.Sementara itu, Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzzetta ketika dihubungi lewat telepon mengatakan, pemerintah akan berhati-hati dalam menerima tawaran dari Jepang tersebut."Kita menginginkan proyek tersebut bermanfaat bagi tenaga kerja. Itu kita minta lokal content component, khususnya untuk tenaga kerja bisa diserap lebih banyak," jelas Paskah.Ketika ditanya proyek-proyek apa saja yang akan dibiayai oleh pemerintah Jepang, Paskah mencontohkan pinjaman itu akan digunakan untuk membiayai proyek mass rapid transportation, dan pembangunan jalan akses ke tol Tanjung Priuk.Paskah juga mengatakan tidak menutup kemungkinan pemerintah akan melakukan negosiasi ulang beberapa persyaratan dalam proyek-proyek tersebut.
(fjr/)











































