Pemerintah Kembalikan Soal Blok Cepu ke Exxon dan Pertamina

Pemerintah Kembalikan Soal Blok Cepu ke Exxon dan Pertamina

- detikFinance
Rabu, 08 Mar 2006 23:17 WIB
Jakarta - Penyelesaian masalah operatorship di Blok Cepu mentah lagi. Sebelumnya pemerintah telah mengambilalih penunjukkan operator di Blok Cepu, namun kini dikembalikan lagi penyelesaiannya lewat jalur business to business antara Exxon dan Pertamina."Pertamina dan Exxon memiliki kontrak bagi hasil (KPS) tahun lalu. Dalam perjanjian itu Pertamina harus membuat planing of development (POD) bersama dengan Exxon. Kami serahkan pelaksanaan dari kesepakatan JOA ini kepada Pertamina atau Pertamina EP," kata Menneg BUMN Sugiharto dalam jumpa pers di Kantor Menneg BUMN Jalan Dr Wahidin, Jakarta, Rabu (8/3/2006).Kata Sugiharto, nantinya direksi baru yang akan melakukan negosiasi kembali soal operatorship di Blok Cepu. "Kami nanti akan lihat seberapa jauh perjanjiannya," ujarnya.Jika nanti masalah operatorship telah selesai, ujar Sugiharto, maka nanti akan dilanjutkan dengan penyerahan POD kepada BP Migas. "Tugas-tugas ini lah nantinta yang akan dibahas secara detail oleh direksi secepatnya," ujarnya.Namun yang lebih penting, kata Sugiharto, masalah Blok Cepu akan diselesaikan oleh Exxon dan Pertamina. "Kita akan lihat terus kemajuan negosiasinya karena ini adalah kesepakatan beberapa pihak, yakni Pertamina dan Exxon," tuturnya.Dirut Pertamina Baru MelunakSementara, Direktur Utama Pertamina Ari Soemarno tampaknya tidak akan begitu ngotot untuk menggolkan Pertamina menjadi operator di Blok Cepu. Sikap ini, agak berbeda dengan mantan Dirut Pertamina Widya Purnama yang begitu getol memperjuangkan Pertamina sebagai operator di Blok Cepu.Itu terlihat dari pernyataan Ari Soemarno saat jumpa pers usai pelantikan dirinya di Kantor Menneg BUMN Jalan Dr Wahidin, Jakarta, Rabu (8/3/2006). "Direksi baru juga berkeinginan Pertamina jadi operator, tapi harus menempatkan kepentingan yang lebih luas dan lebih besar," tutur Ari saat ditanya sikapnya soal Blok Cepu.Ari menyatakan, dirinya bersama direksi lainnya dan komisaris Pertamina berencana akan melakukan evaluasi kembali terhadap hasil negosiasi sementara antara ExxonMobil Oil Indonesia (EMOI) dengan Pertamina . "Kita kan evalusi kembali. Tapi kita tidak akan menunda-nunda lebih lama lagi, karena yang penting Cepu harus cepat berproduksi," urainya.Dia berkeyakinan upaya penyelesaian lewat jalur business to business akan dapat diselesaikan dalam waktu dekat ini. "Tapi kapan pastinya kita belum tahu," urainya. (mar/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads