Pengusaha Yakin UMKM Bisa Go Internasional, Caranya?

ADVERTISEMENT

Pengusaha Yakin UMKM Bisa Go Internasional, Caranya?

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 30 Apr 2021 07:25 WIB
Permintaan mukena meningkat di bulan Ramadhan. Hal itu pun dirasakan oleh salah satu pengusaha di Tangerang yang mengaku kebanjiran orderan di bulan puasa.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dinilai punya peran penting dalam mendongkrak kembali perekonomian nasional. Untuk itu, pelaku UMKM perlu didorong untuk bisa jadi pemain di pasar global.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional, Arsjad Rasjid mengatakan UMKM yang selama ini hanya dikenal sebagai penjual di tingkat domestik, nantinya harus menjadi pemasok di pasar global.

"Kadin akan terus mendorong pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk naik kelas. UMKM kita harus menjadi pemain terdepan di pasar global untuk lebih meningkatkan peranannya dalam perekonomian nasional. Kita punya potensi besar untuk melahirkan pengusaha-pengusaha baru di daerah dan menghasilkan produk-produk berkualitas ekspor," kata Arsjad di Jakarta, Jumat (30/4/2021).

Arsjad mengungkapkan, ekspor produk-produk UMKM yang kini berada pada kisaran 14%, diharapkan pada akhir tahun ini akan naik menjadi 15,12%. Selain itu, kontribusi ekspor UMKM Indonesia akan terus didorong sehingga dapat melampaui kinerja negara-negara lain, seperti Singapura yang mencapai 41% dan Tiongkok sebesar 60%.

"Diperlukan langkah nyata untuk mendorong UMKM kita naik kelas. Saya mengapresiasi program pemerintah terkait pengembangan kawasan dan integrasi UMKM masuk rantai pasok, digitalisasi koperasi dan UMKM, inkubasi bisnis koperasi dan UMKM, serta skema pembiayaan sesuai model bisnis dan komoditas. Kebijakan ini sangat pro pertumbuhan UMKM," katanya.

Arsjad optimistis kolaborasi yang baik antara Kadin dan pemerintah yang telah selama ini akan meningkatkan kepercayaan diri, pengetahuan, dan daya saing pelaku UMKM untuk meningkatkan produktivitasnya sehingga dapat berkompetisi di pasar global.

Lebih lanjut Arsjad mengungkapkan, berperan besar dalam menumbuh kembangkan perekonomian nasional. Saat ini, kontribusi sektor UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) adalah sebesar 61,07%. Tahun ini ditargetkan sebesar 62,36% dan pada tahun 2024 mendatang naik menjadi 65%.

"Meningkatkan jumlah pengusaha UMKM menjadi salah satu strategi Kadin untuk menciptakan sumber pendapatan baru, menciptakan lapangan kerja baru, dan mengurangi kemiskinan. UMKM berperan penting sebagai salah satu motor pengerak pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. UMKM melibatkan banyak orang dan beragam usaha," katanya.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT