UMKM Asal Sumedang Ini Sukses Populerkan Bandrek hingga ke Belanda

Angga Laraspati - detikFinance
Jumat, 30 Apr 2021 16:34 WIB
Pertamina
Foto: Pertamina
Jakarta -

Memulai usahanya dari kecintaan kepada olahan rempah-rempah Indonesia membuat Rini Mulasari mengembangkan usaha Cailate. Hebatnya, produk unggulannya yaitu Bandrek tak hanya terkenal di Sumedang tapi sudah dipasarkan hingga Belanda.

Bandrek masih menjadi salah satu minuman favorit masyarakat sejak zaman kolonial Belanda. Selain untuk menghangatkan tubuh, minuman berbahan dasar jahe merah ini juga memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan.

Hal inilah yang membuat Rini melihat peluang pasar bandrek di Negeri Kincir Angin. Memulai usahanya di Sumedang, Jawa Barat pada 2018, Rini sadar proses mengolah rempah-rempah menjadi minuman cukup memakan waktu. Sehingga ia ingin menghadirkan minuman rempah-rempah yang sehat sekaligus praktis, yang dapat dikemas menjadi minuman siap seduh dan siap minum.

"Saya ingin mengembangkan minuman rempah-rempah khas Indonesia yang banyak manfaat bagi kesehatan. Namun karena proses mengolahnya cukup memakan waktu, kami hadirkan yang lebih praktis. Sehingga minuman sehat ini juga dapat dibawa-bawa jika berpergian. Tinggal seduh air panas, ada juga yang bisa langsung di minum," ungkap Rini dalam keterangan tertulis, Jumat (30/4/2021).

Rini mengembangkan dua varian produk minuman rempah-rempah, yakni bandrek dan kunyit asam. Masing-masing varian memiliki target pasar yang spesifik. Untuk bandrek, Rini menyasar pria dan wanita usia 30 tahun ke atas. Sedangkan untuk kunyit asam, Rini menyasar wanita yang sudah datang bulan.

Ia dibantu oleh tiga orang karyawan mulai dari proses produksi, administrasi, dan pengemasan produk. Pada tahun 2021 ia mendaftarkan Cailate untuk menjadi mitra binaan Pertamina. Ia pun mengatakan sejak bergabung sebagai mitra binaan Pertamina, pemasaran produknya berkembang pesat.

Tidak hanya dikenal di Sumedang, produk bandrek andalannya kini sudah dipasarkan hingga ke berbagai kota di wilayah Jawa Barat hingga mancanegara seperti Belanda. Cailate juga melakukan kerja sama dengan toko oleh-oleh, kafe, restoran, serta melalui sistem reseller.

PertaminaPertamina Foto: Pertamina

Produk-produk Cailate juga dapat ditemukan secara online dan melalui e-commerce. Cailate juga dapat meraup omzet hingga 10 juta rupiah per bulan.

"Banyak manfaat yang kami dapat setelah bergabung menjadi mitra binaan Pertamina. Ke depan kami akan fokus untuk mulai mengekspor produk ke berbagai negara termasuk Belanda. Sehingga minuman lokal khas Indonesia, dapat lebih dikenal oleh dunia dan mampu bersaing dengan produk minuman luar lainnya," ujarnya.

Melalui program kemitraan, PT Pertamina (Persero) melalui Pemasaran Regional Jawa Bagian Barat turut berkontribusi mengembangkan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang memanfaatkan potensi rempah-rempah nusantara seperti Cailate, untuk dibina dan didampingi hingga menjadi UKM naik kelas dan menghasilkan produk maupun olahan rempah yang bermutu tinggi dengan kualitas ekspor.

Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan mengatakan Pertamina akan terus mendukung pengembangan produk-produk lokal agar lebih mendunia, termasuk juga pemanfaatan rempah-rempah yang melimpah di Indonesia.

"Jika UKM naik kelas, maka diharapkan dapat menimbulkan multiplier effect yaitu terciptanya lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi. Hal ini sejalan dengan poin 8 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals, yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi," ujar Eko.

Eko menilai dengan cara ini Pertamina yakin dapat senantiasa menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat sesuai dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial.

(ega/hns)