Kebut Vaksinasi, Airlangga Pede Ekonomi RI Tembus 6% di 2022

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 01 Mei 2021 12:50 WIB
Program vaksinasi COVID-19 di Indonesia terus dilakukan meski di bulan puasa. Diketahui, 11 juta warga Indonesia telah menerima dosis pertama vaksin Corona.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yakin perekonomian Indonesia segera bangkit usai percepatan pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

Pemerintah, dikatakan Airlangga mengupayakan pelaksanaan vaksinasi COVID-19mencapai target 500 ribu dosis per hari, di mana hingga 27 April 2021 sebanyak 19,1 juta dosis vaksin telah disuntikkan.

Seiring dengan penangan pandemi COVID-19 yang semakin membaik, Airlangga optimistis ekonomi Indonesia akan membaik. Airlangga menyebut penanganan pandemi yang diupayakan pemerintah dan didukung masyarakat mulai menunjukkan hasil yang semakin baik. Tercatat tren harian kasus COVID-19 secara nasional terus menurun dengan presentasi kasus aktif yang lebih rendah dibandingkan global, begitu juga dengan tingkat kesembuhan yang juga lebih baik dari global.

"Ekonomi Indonesia juga diprediksi rebound di tahun 2021 dan diproyeksikan ekonomi kita akan tumbuh di 4,5 sampai 5,3% di tahun 2021 dan 5,4 sampai 6% di tahun 2022," ujar Airlangga saat membuka seminar nasional transformasi ekonomi yang diadakan Universitas Sriwijaya yang dikutip, Sabtu (1/5/2021).

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut, pemerintah melakukan reformasi struktural yang akan menjadi faktor pendongkrak ekonomi untuk jangka menengah dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk pemulihan jangka pendek dengan anggaran Rp 699,43 triliun dan realisasi hingga April telah mencapai Rp 134,07 triliun atau 19,2% dari pagu.

Pemulihan ekonomi, jelas Airlangga, sedang berlangsung dan tercermin dari berbagai lini indikator yang menunjukkan perbaikan dari sisi konsumsi, indeks keyakinan konsumen, penjualan ritel, hingga penjualan kendaraan bermotor yang meningkat 28% pada Maret seiring dengan insentif PPnBM.

Begitu juga dengan kegiatan dunia usaha yang telah berada di level positif dan diproyeksikan meningkat di triwulan kedua 2021. Lalu dengan belanja masyarakat yang meningkat tajam di bulan April sebesar 32,48% (yoy) dan penerimaan industri yang meningkat dengan mencetak pertumbuhan 10,26% (yoy).

Selain itu, sebagai upaya untuk keluar dari middle income trap pada 2045, pemerintah juga menjalankan transformasi struktural dengan meningkatkan investasi dan akselerasi pertumbuhan ekonomi melalui pengesahan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

"UU Cipta Kerja dan peraturan pelaksanaannya mendapatkan apresiasi positif dari berbagai lembaga internasional dan pemerintah menerapkan peraturan menteri dan K/L sebagai pedoman pelaksanaan teknis dan diharapkan sistem online single submission akan beroperasi pada bulan Juli 2021," ujar Airlangga.

Tidak hanya itu, dirinya juga mengajak perguruan tinggi untuk bersinergi dengan pemerintah untuk meningkatkan daya saing investasi.

"Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama mewujudkan pemulihan ekonomi melalui sinergi dan koordinasi yang baik antara pemerintah dan perguruan tinggi, terutama di bidang peningkatan daya saing investasi," ungkapnya.

(eds/eds)