Kiat Shell Tarik Konsumen

Kiat Shell Tarik Konsumen

- detikFinance
Kamis, 09 Mar 2006 11:12 WIB
Jakarta - "Selamat malam, Bapak!" ucapan ramah terdengar dari seorang pria berbaju merah. Lalu, dengan sopannya, pria yang ternyata petugas SPBU Shell itu menanyakan kepada pengendara ingin mengisi bahan bakar minyak jenis apa. Tak lama berselang seorang petugas lainnya pun dengan ramah menawarkan untuk membersihkan kaca mobilnya. "Wah, kalau begini bisa habis Pertamina," celetuk seorang pria di sebelah pengendara yang kebetulan satu mobil dengannya. Inilah yang ditawarkan oleh Shell, sebuah pelayanan yang baik. Berbeda dengan ketika mengisi di SPBU milik Pertamina, budaya saling sodok, kesan tak ramah dan cuek kerap didapati pengendara. Bahkan kadang si pengendara harus dibuat kesal dengan sikap petugas SPBU yang terkesan galak. Itu baru soal pelayanan. Bagaimana dengan kuantitas dan kualitas BBM-nya, apakah sebaik pelayanannya? Adi, warga Kalideres, Jakarta Barat, mengakui, ketika dirinya dua kali mengisi BBM jenis Shell Super (setara Pertamax) senilai Rp 100 ribu dengan harga per liternya Rp 5.100, pada saat posisi indikator fuel berada dalam titik merah posisinya selalu sama setelah pengisian dan berada di atas garis merah.Namun sebelumnya ketika mengisi bensin di SPBU Pertamina di mana saja, terkadang posisinya berubah-ubah dalam setiap pengisian. Tidak sama pada setiap SPBU. Lalu bagaimana dengan kualitasnya, Adi juga merasakan perbedaannya. Tarikan mesin mobil jadi lebih responsif, dan asap yang keluar pun lebih sedikit. Ini berbeda dibandingkan ketika ia mengisi mobilnya dengan Pertamax.SPBU Shell yang berada di Jalan S Parman memiliki sekitar 16 unit pengisian, sehingga para pengendara tidak perlu mengantre lama-lama jika ingin mengisi BBM. Suasananya pun lebih teratur, tidak ada pedagang asongan atau pun para pengemis yang biasa beroperasi di setiap SPBU. Apalagi kendaraan yang saling sodok, semuanya teratur dengan baik.Hal yang membedakan lainnya adalah bukti pembeliannya. Bukti pembelian diprint secara langsung dari unit mesin pengisian BBM, bukan ditulis dengan pulpen seperti di SPBU Pertamina. Jadi bagi para sopir yang biasa me-mark up jumlah BBM yang dibeli, agaknya harus gigit jari jika mengisi di Shell.Di dalam komplek SPBU Shell tak cuma menawarkan BBM. Di sana juga ada produk-produk lain yang ditawarkan, oli misalnya. Dan di sana juga tersedia mini market yang berisi beraneka ragam kebutuhan perjalanan.Shell saat ini baru memiliki dua SPBU. Yang pertama berada di wilayah Karawaci, Tangerang, yang sudah beroperasi akhir tahun lalu. Dan satu SPBU lagi berada di Jalan S Parman, Jakarta Barat, yang resmi beroperasi mulai 1 Maret 2006. Pertengahan Maret ini, Shell juga akan segera mengoperasikan SPBU di Jalan Warung Buncit Jakarta Selatan. BBM yang saat ini dipasarkan Shell antara lain Shell Super (setara Pertamax) dengan oktan 92 seharga Rp 5.100 per liter, Shell Super Extra (setara dengan Pertamax Plus) oktan 95 dengan harga Rp 5.400 per liter dan Shell Diesel (setara dengan Pertamina Dex) dengan harga Rp 5.300 per liter. Harga itu mulai berlaku per 1 Maret dan akan berubah sesuai dengan kurs dan mid oil platts Singapore (MOPS) setiap 2 minggu sekali. Jika dibandingkan dengan harga Pertamax yang sebesar Rp 5.300 dan Pertamax Plus Rp 5.400, BBM jenis tertentu bukan subsidi yang ditawarkan Shell ini lebih kompetitif.Keberadaan Shell dan Petronas ini seharus menjadi cambuk bagi Pertamina untuk meningkatkan pelayanan di setiap SPBU-nya. "Kita justru senang ada Shell dan Petronas, jadi kita bisa tahu bagaimana standar kualitas Pertamina. Selama ini, kita tidak punya saingan jadi tidak punya perbandingannya," kata Widya Purnama, ketika masih menjabat Dirut Pertamina. Ayo Pertamina.... (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads