Ada Corona, Omzet Bisnis Parsel Lebaran Turun 50%

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 02 Mei 2021 18:01 WIB
Sejumlah pedagang parsel di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, mulai menjamur. Namun, penjualan masih lesu.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Dampak pandemi COVID-19 membuat segala macam usaha masyarakat mengalami kesulitan. Hal ini juga terjadi pada pedagang parsel yang biasanya ramai saat jelang Lebaran.

Ketua Asosiasi Pengusaha Parsel Indonesia (APPI), Fahira Idris mengatakan daya beli masyarakat yang menurun efek pandemi COVID-19 ikut memberikan dampak kepada bisnis parsel.

"Pandemi pasti berpengaruh ya. Daya beli masyarakat yang turun tentu juga mempengaruhi prioritas masyarakat kita saat ini. Jika sebelum pandemi (bisa) mengirimkan banyak parsel, mungkin tahun ini hanya beberapa saja," kata Fahira kepada detikcom, Minggu (2/5/2021).

Fahira menyebut sebelum pandemi bisa menerima pesanan hingga ratusan parsel jelang Lebaran. Namun sejak tahun lalu, dirinya hanya mendapat pesanan parsel dengan jumlah puluhan.

"Sejak pandemi jadi menurun. Jumlah pesanan yang biasanya ratusan hanya puluhan jelang Lebaran," imbuhnya.

Sayangnya dia tidak mau bicara mengenai berapa omzet yang biasa didapat. Yang jelas akibat pandemi bisnis parselnya mengalami penurunan omzet sebesar 50%.

Parsel yang sedang menjadi tren disebut masih seputar aneka kue kering, makanan dan minuman ringan, termasuk buah-buahan.

"Tetapi menjelang hari-hari besar seperti lebaran 2021 ini, trennya lebih ke arah pernak-pernik pajangan rumah, peralatan masak, set pembuatan kopi dan teh, dinner set, tea set, coffee set," imbuhnya.

(aid/dna)