India Ogah Lockdown, Takut Ekonomi Nyungsep

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 03 Mei 2021 09:53 WIB
Kasus COVID India Lampaui 18 Juta Orang, 29 di Antaranya Warga Negara Indonesia
Foto: ABC Australia

Indian Leather Manufacturer mempekerjakan lebih dari 500 orang dan memproduksi barang-barang dari kulit, seperti jaket, tas, sepatu bot, ikat pinggang, hingga produk berkuda untuk pelanggan di Amerika Serikat, Eropa, dan tempat lain.

Kini pengiriman bahan mentah kulit dari India ke perusahaan tenama dunia mengalami penundaan. Hal itu diakui oleh Kepala Pemasaran Randa Apparel & Accessorie, David J. Katz.

"Persediaan bahan baku lokal kami menjadi perhatian karena permintaan ikat pinggang dan dompet di AS meningkat. Namun, pabrik utama, pemasok, dan usaha patungan baru kami di India berada di wilayah Chennai, yang terpengaruh oleh pandemi. Pengiriman kami dari India agak tertunda karena macetnya transportasi dan logistik," jelasnya.

Perusahaan itu menjadi pemasok besar pakaian dan aksesori seperti ikat pinggang dan dompet kulit ke pengecer termasuk Nordstrom (JWN), Walmart (WMT), Costco, dan Kohl's (KSS). Bahkan beberapa merek yang dimiliki dan dilisensikan termasuk Levi's, Calvin Klein, Cole Haan dan Haggar Clothing Co.


(fdl/fdl)