RI Butuh Investasi Rp 5.931 T di 2022, Duitnya dari Mana?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 04 Mei 2021 13:41 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Indonesia membutuhkan suntikan investasi hingga Rp 5931,8 triliun di tahun 2022. Menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, investasi itu dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Di tahun 2022, investasi jadi aktor utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di 2022 Indonesia butuh investasi sebesar Rp 5.891,4-5.931,8 triliun," papar Suharso dalam Musrenbangnas 2021, Selasa (4/5/2021).

Soal porsinya, Suharso menjabarkan pemerintah mengandalkan investasi dari kalangan swasta dan BUMN. Pemerintah juga akan melakukan investasi dalam jumlah yang lebih kecil.

Dalam paparannya disebutkan investasi yang akan dilakukan pemerintah hanya sekitar 7,5-8,4% atau sekitar Rp 439,4-497 triliun. Sementara itu investasi dari BUMN mencapai 8,5-9,7%, atau sejumlah Rp 503,1-577 triliun.

Sementara itu, jumlah kebutuhan investasi dari pihak swasta yang dipaparkan Suharso senilai Rp 4.948,9-4.857,7 triliun atau sekitar 81,9-84% dari total kebutuhan investasi di tahun 2022.

"Ini harus didukung dari investasi non pemerintah, khususnya dari swasta," ujar Suharso.

Suharso sempat menyebutkan pemerintah merencanakan di tahun 2022 Indonesia akan keluar dari jerat pandemi COVID-19. Dalam rancangan kerja pemerintah (RKP) 2022, pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5,2-5,8%.

"Sesuai RKP 2022, ditentukan sasaran pembangunan dari beberapa indikator utama, untuk pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2 - 5,8%," papar Suharso.

Simak video 'Ekonomi RI Diprediksi Minus 0,9% di Kuartal I 2021':

[Gambas:Video 20detik]



(hal/ara)