Jelang Lebaran, Kementan Gencarkan Pangan Murah

Nadhifa Sarah Amalia - detikFinance
Selasa, 04 Mei 2021 15:31 WIB
Warga antre dengan menjaga jarak untuk membeli sembako murah saat peluncuran Lumbung Pangan Jawa Timur di JX International, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (21/4/2020). Lumbung Pangan Jawa Timur tersebut menjual kebutuhan sembako dengan harga murah yang bisa didapatkan oleh masyarakat terdampak COVID-19, baik datang secara langsung maupun melalui pemesanan secara daring dengan bebas biaya ongkos kirim. ANTARA FOTO/Moch Asim/hp.
Foto: ANTARA FOTO/Moch Asim
Jakarta -

Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian menggencarkan Pasar Mitra Tani yang ada di beberapa daerah. Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Risfaheri mengatakan saat ini pemesanan bahan pangan semakin mudah karena dapat dilakukan secara online.

"Saat ini masyarakat semakin mudah mengakses pangan, hanya dengan smartphone yang ada di tangan, PMT dapat melayani pemesanan bahan pangan secara online," ujar Risfaheri dalam keterangan tertulis, Selasa (4/5/2021).

Untuk membantu masyarakat memperoleh pangan murah di momen Ramadhan dan Idul Fitri, PMT juga memberikan gratis ongkir yang bekerja sama dengan marketplace.

"Tren permintaan bahan pangan memang biasanya mengalami kenaikan jelang Idul Fitri, karena itu, kita bantu masyarakat dengan memfasilitasi melalui pengiriman gratis untuk belanja melalui marketplace PasTANI dan bekerja sama dengan GrabMart; sedangkan dengan belanja online dengan mitra Bukalapak dan GoFood masih on proses untuk free ongkir" tutur Risfaheri.

PMT juga mengekspansi pemasaran online melalui WhatsApp dengan kerja sama via digi retail dengan hanya mengetik #pmt/ttic di nomor 081141508888 masyarakat bisa memesan bahan pangan.

"Langkah ini juga dimaksudkan untuk mencegah kerumunan karena saat ini kita masih menghadapi pandemi COVID-19," jelasnya.

Sebagai contoh, PMT Pasar Minggu Jakarta memberikan berbagai promo terutama bahan pangan pokok strategis yang banyak dibutuhkan masyarakat termasuk daging sapi yang banyak permintaannya menjelang lebaran. Berdasarkan pantauan dari laman Instagram Badan Ketahanan Pangan, PMT memberikan promo daging sapi beku murah dalam bentuk sup Rp 75.000 per kg, semur Rp 80.000/kg, dan rendang Rp 85.000/kg.

Harga ini jauh di bawah harga daging sapi segar di pasaran umum di Jakarta yang berada pada kisaran Rp 120.000-150.000/kg. Bahan pangan pokok strategis lainnya seperti beras, gula, minyak goreng, daging ayam, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, cabe merah keriting dan cabe rawit juga dijual dengan harga yang lebih rendah dari harga di pasar.

Tidak hanya berlaku di PMT di Pasar Minggu Jakarta, harga tersebut juga berlaku di PMT Klender, Depok, Cimanggu Bogor dan Taman Kencana Bogor. Beberapa PMT di provinsi juga sudah bisa melayani belanja online diantaranya Jateng dan Sulsel.

Sementara itu, PMT Provinsi Kalimantan Tengah memberikan bonus bagi pengunjung yang berbelanja minimal Rp 75.000 berupa telur, gula pasir atau minyak goreng. Berbagai produk pangan yang digelar di PMT Kalteng antara lain beras, bawang merah, bawang putih, gula pasir, minyak goreng daging ayam, dan daging sapi.

Begitu juga PMT Provinsi Nusa Tenggara Barat yang menggelar bazar Ramadhan. Mereka bekerja sama dengan Hijabersmom Community Lombok dengan menjual berbagai macam produk pangan pokok yang dibutuhkan masyarakat.


Gelar pangan murah ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya Kementan dalam menyikapi dinamika pasokan dan harga pangan. Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi mengatakan pihaknya akan terus mengupayakan berbagai langkah agar tidak terjadi lonjakan harga dalam menghadapi Idul Fitri.

Menurutnya, memang terjadi peningkatan kebutuhan pangan jelang Idul Fitri. Namun, ia menegaskan kenaikan harga tidak lebih dari 10% atau dalam batas kewajaran.

Stabilitas pasokan dan harga pangan juga menjadi perhatian Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Dia menyatakan telah mengantisipasi peningkatan kebutuhan pangan jelang Idul Fitri.

"Sesuai dengan data fluktuasi kebutuhan tiap tahun, kita telah mengantisipasi. Salah satu caranya dengan mendekatkan daerah yang kebutuhannya besar seperti DKI Jakarta didatangkan dari daerah lain" ujar Syahrul.

(prf/hns)