Mantap! Wajah Baru Sarinah bakal Rampung November

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 04 Mei 2021 17:03 WIB
Petugas melakukan proses pemugaran pusat perbelanjaan Sarinah di Jakarta, Sabtu (31/10/2020). Sarinah merupakan pusat perbelanjaan (Mal) pertama di Indonesia.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Pusat perbelanjaan Sarinah sedang dalam proses renovasi besar-besaran. Mal itu akan 'disulap' menjadi pusat perbelanjaan modern dengan kearifan lokal. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, proses renovasi Sarinah akan rampung November ini.

"Sarinah itu bisa kembali ke masa kejayaannya, ketika founding fathers kita, Bapak Presiden Ir Soekarno pada saat itu menginginkan di mana Indonesia punya pusat perbelanjaan modern tapi didasari kultur bangsa kita, insyaallah November ini Sarinah bangkit dari tidur, di mana Sarinah menjadi pusat daripada brand-brand lokal yang selama ini dianggap nomor 2," kata Erick dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Nantinya, di dalam wajah baru Sarinah akan berdiri department store yang berisi 100% produk lokal. Lalu, akan hadir juga Duty Free Shop yang juga akan menjual produk unggulan Indonesia buatan UMKM.

"Makanya itu di Duty Free Shop kita ada corner unggulan Sarinah, yaitu 10 produk UMKM yang matinya sesuai dengan kerjasama kita dengan Duty Free," jelas Erick.

Pembangunan wajah baru Sarinah ini juga beriringan dengan renovasi hotel Sari Pacific yang letaknya tak jauh dari Sarinah. Erick mengatakan, Sarinah dan Sari Pacific akan berintegrasi dalam operasional kedua fasilitas tersebut.

"Sarinah harus kita tingkatkan daripada sinergisitasnya. Salah satunya hotel yang legenda, yaitu Sari Pacific yang sejak 1976 sudah menjadi ikon Jakarta. Kepemilikan yang selama ini tentu belum maksimal, hari ini kita maksimalkan. Insyaallah tahun ini Sari Pacific sendiri sudah memulai renovasi besar-besaran. Sehingga bisa menjadi hotel yang menjadi pusat tujuan untuk penginapan di DKI. Tidak kalah pentingnya ini merupakan fasilitas pendukung antara hotel dan Sarinah saling terkait," tutup Erick.

(vdl/zlf)