BPS Sebut Pertanian Jadi Sektor Andalan di Triwulan I 2021

Nurcholis Maarif - detikFinance
Rabu, 05 Mei 2021 15:36 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (ketiga kanan), Dirut Perum Bulog Budi Waseso (kedua kiri) dan Bupati Indramayu Nina Agustina (keempat kanan) menghadiri panen raya padi di desa Wanasari, Bangodua, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (21/4/2021). Selain menghadiri panen raya, Presiden Jokowi juga berdialog untuk menerima keluhan para petani. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/aww.
Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Jakarta -

Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto mengatakan sektor pertanian merupakan sektor andalan karena mampu tumbuh positif pada triwulan 1 tahun 2021, yakni sebesar 2,95%. Menurutnya, pertumbuhan tersebut sangat menggembirakan mengingat 30% tenaga kerja Indonesia bekerja di sektor pertanian.

"Dan kalau kita lihat per subsektornya. Hampir seluruh subsektor pertanian bergerak positif," ujar Suhariyanto dalam keterangan tertulis, Rabu (5/5/2021).

Dalam catatannya, Suhariyanto menjelaskan subsektor tanaman pangan tumbuh sebesar 10,32% atau naik 2 digit dari perkembangan angka sebelumnya. Begitupun dengan subsektor hortikultura yang tumbuh sebesar 3,02%> Disusul subsektor peternakan yang tumbuh sebesar 2,48%.

Suharyanto mengatakan subsektor tanaman pangan menjadi yang paling diandalkan sekaligus angin segar bagi perbaikan ekonomi nasional, yang mana terjadi peningkatan produksi padi dan pergeseran musim tanam pada panen raya tahun ini, sehingga masuk pada triwulan 1 2021.

"Didukung juga oleh cuaca yang bagus sehingga terjadi peningkatan produksi. Adapun untuk subsektor peternakan tumbuh 2,48% karena tingginya permintaan domestik, terutama untuk ayam potong dan telur," katanya.

Meski demikian, Suharyanto mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan pada triwulan 1 tahun 2021 mengalami kontraksi sebesar 0,74% (y-on-y). Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2021 mencapai Rp 3.969,1 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 2.683,1 triliun.

"Dari sisi produksi, lapangan usaha transportasi dan pergudangan mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam yakni sebesar 13,12%," lanjutnya.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri menyebut konsistensi sektor pertanian berkontribusi positif terhadap PDB tak lepas dari struktur sektor pertanian telah terbangun dan terus konsisten bekerja.

"Petani tak berhenti memberi kita produk pangan yang kita butuhkan. Pun juga UMKM dan industri pangan bertumbuh. Kita harus jaga ini terus (positif)," ujarnya.



Simak Video "Indonesia Masih Resesi! Ekonomi Kuartal I 2021 Minus 0,74%"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)

Tag Terpopuler