Airlangga Pede Ekonomi RI Bisa 7% di Kuartal II, Keluar dari Resesi?

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 05 Mei 2021 15:55 WIB
Airlangga
Foto: Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Indonesia masih mengalami resesi ekonomi. Hal itu tercermin dari ekonomi kuartal I-2021 yang masih terkontraksi -0,74% secara year on year (yoy) dan -0,96% secara kuartalan (qtq).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemulihan ekonomi di 2021 ini sudah sesuai dengan apa yang diperkirakan. Meski masih resesi, ekonomi tanah air semakin menunjukkan tren positif.

"Kalau kita lihat berdasarkan berbagai data, kita pemulihan ekonominya terlihat pada tren yang menuju positif dan ini kurvanya adalah kurva V seperti di negara lain. Kalau kita lihat berbasis pada harga konstan, kita lihat di Q1 kita punya PDB sebesar Rp 2.703 triliun," katanya dalam konferensi pers virtual tentang Perkembangan & Upaya Pemulihan Ekonomi Nasional, Rabu (5/5/2021).

Dari sisi demand side, Airlangga mengatakan ada tanda-tanda positif salah satunya dari sisi konsumsi pemerintah yang kian membaik, meski masih minus 2,23%.

"Peran pemerintah sangat tinggi di mana tentu konsumsi pemerintah di kuartal I terbukti ini dari apa yang dilakukan pemerintah menghasilkan persentase yang lebih baik 2,96%," ujar Airlangga.

Sesuai perkiraan berbagai lembaga, Airlangga yakin pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021 akan berada di jalur positif dan Indonesia bisa keluar dari jurang resesi. Diperkirakan ekonomi Indonesia di kuartal II-2021 akan tumbuh di kisaran 6,7% sampai 7%.

"Di Q2-2021 berbagai lembaga berdasarkan mereka punya proyeksi konsensusnya antara 6,7%, Bloomberg sampai 7,1% ini terjadi kenaikan di kuartal ke II-2021. Demikian pula secara year on year diperkirakan pertumbuhan berbagai lembaga di tahun ini bisa sampai 4,9% yang tertinggi dan yang terendah 4,3%, sedangkan tahun depan antara 5-5,8%," tuturnya.

Pemerintah yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai sesuai prediksi di atas. Mengingat kuartal II-2020 Indonesia mengalami kontraksi yang cukup dalam yakni -5,32%.

"Pemerintah yakin kita bisa tumbuh di kuartal II lebih baik karena berdasarkan chart yang ada itu Q2 tahun lalu based-nya itu relatif rendah. Oleh karena itu pemerintah confidence angka 6,9 atau 7% bisa tercapai di kuartal II," tandasnya.

(aid/dna)